Breaking News

PPPA: 33 Anak Jadi Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan, Termuda Usia 4 Tahun

Asap gas air mata yang dilontarkan aparat menyelubungi areal Stadion Kanjuruhan, dalam kerusuhan usai laga Liga 1 Arema FC vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022). Foto: Istimewa/ AP

WELFARE.id-Data korban tewas dan luka-luka masih terus dimutakhirkan dari berbagai sumber. Apalagi, sejumlah tim investigasi juga diterjunkan ke lapangan untuk memastikan angka korban dan kronologi kejadian untuk mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab dalam tragedi berdarah itu.

Sejauh ini, data dari Dinas Kesehatan Jawa Timur merilis jumlah korban tewas sebanyak 131 orang. Jumlah tersebut termasuk korban anak-anak dan remaja.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) mencatat, ada 33 anak meninggal saat tragedi Kanjuruhan. Mereka adalah yang berusia antara 4-17 tahun.

"33 anak meninggal dunia (terdiri atas) delapan anak perempuan dan 25 anak laki-laki," jelas Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerina PPPA Nahar, dalam keterangan resmi mereka, dikutip Rabu (5/10/2022). Jumlah tersebut diperkirakan masih terus bertambah karena investigasi atas indisiden di Stadion Kanjuruhan masih terus dilakukan.

Selain itu, untuk korban yang masih dirawat di rumah sakit hingga saat ini masih dalam proses pendataan. "Kami masih terus melengkapi datanya," janjinya.

Proses investigasi untuk tragedi Kanjuruhan masih terus berjalan. Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) bentukan pemerintah juga sudah diterjunkan.

Tim ini dipimpin oleh Menko Polhukam Mahfud MD dan beberapa praktisi dan beberapa jurnalis. Selain itu, dari Kapolri Listyo Sigit juga sudah menurunkan 6 tim untuk mendalami SOP pengamanan di lapangan saat kejadian. (tim redaksi)

#korbantewas
#tragedikanjuruhan
#kerusuhanstadionkanjuruhan
#tgipf
#timinvestigasi
#korbananakanak
#kementerianpppa
#dukasepakbolaindonesia
#dukasepakboladunia

Tidak ada komentar