Breaking News

Potong Antrean hingga Tekan Kasus Pelecehan di Kereta, KAI Uji Coba FR di Stasiun Bandung

Teknologi face recognition. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan uji coba fasilitas "face recognition boarding gate". Uji coba ini sudah dilakukan sejak 28 September di Stasiun Bandung.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, hadirnya teknologi baru ini, diharapkan memudahkan pelanggan KA Jarak Jauh, yang ingin naik kereta api. Pelanggan tidak perlu repot menunjukkan berbagai dokumen seperti boarding pass fisik, e-boarding pass, KTP, ataupun dokumen vaksinasi.

"KAI mengujicobakan fasilitas "face recognition boarding gate" di Stasiun Bandung dalam rangka memastikan dan menyempurnakan layanan inovasi terbaru dari KAI ini," ucap Joni, dikutip dari laman resmi KAI, Sabtu (8/10/2022).

Fasilitas layanan boarding yang dilengkapi dengan kamera. Teknologi ini berfungsi untuk mengidentifikasi dan memvalidasi identitas seseorang melalui wajah, yang datanya sudah diintegrasikan dengan data tiket kereta yang dimiliki hingga status vaksinasi pelanggan.

Untuk menikmati fasilitas tersebut, pelanggan harus melakukan satu kali registrasi di awal yang berlaku untuk selamanya. Registrasi dilakukan dengan menempelkan e-KTP pada alat e-KTP reader, kemudian menempelkan jari telunjuk kanan atau kiri pada pemindai yang ada di e-KTP reader.

"Cukup 1 detik waktu yang dibutuhkan untuk memastikan wajah pelanggan dan proses verifikasi seluruh data yang tersimpan di sistem KAI. Hal tersebut akan sangat mempermudah pelanggan dan memperlancar antrean proses boarding," yakinnya.

Saat ini layanan registrasi telah tersedia di Hall Utara Stasiun Bandung. Registrasi dapat dilakukan di Customer Service, Vending Machine, ataupun Check in Counter yang telah dilengkapi e-KTP reader. Ke depan, ini akan dikembangkan registrasi online melalui aplikasi KAI Access.

Bagi pelanggan yang tidak dapat melakukan registrasi karena tidak memiliki e-KTP atau e-KTP nya dalam keadaan rusak, tak perlu khawatir karena KAI masih menyediakan layanan boarding manual di Stasiun Bandung. Ia juga memastikan keamanan data pelanggan.

Sebab KAI telah memiliki manajemen keamanan informasi yang baik dan secara rutin terus meningkatkan keamanan data yang dikelola oleh perusahaan. Pihaknya menargetkan, fasilitas hi-tech itu sudah bisa diterapkan di seluruh stasiun KA Jarak Jauh di berbagai daerah mulai awal 2023 nanti.

Dinilai ahli efisien

Terpisah, pakar keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya menjelaskan, keunggulan teknologi pemindaian wajah atau yang dikenal sebagai "face recognition" adalah mengurangi antrean dengan biaya investasi yang relatif murah. Karena perangkat utama yang dibutuhkan untuk FR adalah kamera ponsel pintar, yang sudah tersedia dengan harga yang relatif murah.

"Akurasi FR sendiri mengalami peningkatan yang sangat pesat dan bahkan dapat melakukan pengenalan dengan cukup akurat meskipun wajah yang dipindai menggunakan masker," kata Alfons kepada wartawan, dikutip Sabtu (8/10/2022).

FR, lanjut Alfons, mempermudah pengguna dan juga memberikan database yang lebih handal kepada penyedia layanan. "Termasuk informasi tambahan terkait yang relevan dapat disematkan ke dalam database FR. 

Seperti, informasi tiket perjalanan yang dibeli, informasi kesehatan, atau vaksinasi sebagai persyaratan perjalanan dan informasi kependudukan pemilik FR yang relevan," tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, implementasi database FR yang baik juga dapat mencegah aksi kejahatan. Di mana jika pencopet atau pelaku pelecehan seksual yang telah teridentifikasi dapat diawasi secara khusus atau dicegah menggunakan layanan. (tim redaksi)

#teknologipemindaianwajah
#facerecognition
#ptkai
#keretaapiindonesia
#efisien
#meminimalisasiantreanpenumpang
#hitech
#ujicoba

Tidak ada komentar