Breaking News

Polisi Tetapkan 6 Tersangka Awal dalam Tragedi Kanjuruhan, Salah Satunya Direktur LIB

Situasi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022). Foto: Istimewa/ Net

WELFARE.id-Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengumumkan enam tersangka dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/20220) yang menewaskan 131 orang. Menurut Sigit, jumlah tersangka masih bisa bertambah.

"Kemungkinan penambahan pelaku apakah itu pelaku pelanggar etik, maupun pelaku akan kita tetapkan terkait pelanggaran pidana. Kemungkinan masih bisa bertambah dan tim masih terus bekerja," kata Listyo Sigit, dikutip Jumat (7/10/2022).

Ia menjelaskan, enam tersangka tersebut adalah Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) AHL yang diketahui adalah Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana AH, security officer SS, Kabagops Polres Malang WSS, Danki 3 Brimob Polda Jawa Timur H dan Kasat Samapta Polres Malang BSA.

AHL menjadi tersangka, lantaran dinilai bertanggung jawab untuk memastikan setiap stadion memiliki sertifikasi yang layak fungsi. Namun, pada saat menunjuk stadion LIB, persyaratan layak fungsinya belum dicukupi dan menggunakan hasil verifikasi tahun 2020.

Sementara AH, yang merupakan pelaksana dan koordinator penyelenggara pertandingan yang bertanggung jawab pada LIB, karena diduga tidak membuat dokumen keselamatan dan keamanan bagi penonton di stadion. Komisi Disiplin PSSI sebelumnya juga telah menjatuhkan sanksi larangan aktivitas di dunia sepak bola terhadap AH selama seumur hidup.

"SS selaku security officer, tidak membuat dokumen penilaian risiko. Bertanggung jawab untuk dokumen penilaian risiko untuk semua pertandingan. Dan juga, memerintahkan steward untuk meninggalkan pintu gerbang pada saat terjadi insiden," tuturnya.

Sementara Kabagops Polres Malang WSS, kata Sigit, dinilai mengetahui terkait adanya aturan FIFA tentang pelarangan penggunaan gas air mata di dalam stadion. Namun, WSS tidak mencegah atau melarang pemakaian gas air mata oleh anak buahnya pada saat pengamanan.

Adapun, Danki 3 Brimob Polda Jatim H dan Kasat Samapta Polres Malang BSA adalah orang yang memberi perintah kepada anggotanya di lapangan untuk melakukan penembakan gas air mata pada saat terjadi kericuhan pasca-pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya. Para tersangka tersebut, disangka Pasal 359 dan Pasal 360 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dan juga Pasal 103 juncto Pasal 52 UU Nomor 11/2022 Tentang Keolahragaan.

Terkait pengumuman Kapolri, Dirut PT LIB mengatakan menghormati proses hukum yang berlaku. "Kami mengikuti tahap-tahap proses yang akan dilalui berikutnya. Kami juga berharap peristiwa kemarin menjadi pelajaran berharga bagi semuanya,” ucap Akhmad Hadian Lukita, dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (7/10/2022).

Direktur Operasional LIB Sudjarno menginformasikan,  sebelumnya Akhmad Hadian Lukita juga sudah memenuhi permintaan pemeriksaan dari pihak kepolisian. Pemeriksaan itu dilakukan di kantor Mapolres Malang pada Senin (3/10/2022) dan Rabu (5/10/2022).

"Bapak Akhmad Hadian Lukita juga sudah berada di Malang sejak Minggu pagi (2/10/2022). Beliau juga sudah bertemu dengan panitia pelaksana (panpel) Arema FC, mengunjungi Stadion Kanjuruhan dan juga bersilaturahmi dengan beberapa keluarga korban tragedi Kanjuruhan,” tambah Sudjarno.

Tragedi Kanjuruhan terjadi pada Sabtu (1/10/2022) malam lalu kala kericuhan terjadi seusai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Kekalahan tuan rumah menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Kerusuhan tersebut semakin membesar di mana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut dan pada akhirnya menggunakan gas air mata.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang korban meninggal dunia akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur sebanyak 131 orang. Sementara 440 orang mengalami luka ringan dan 29 orang luka berat. (tim redaksi)

#tragedikanjuruhan
#kerusuhankanjuruhan
#kapolrilistyosigitprabowo
#tersangka
#dukasepakbolaindonesia
#korbantewas
#aremafc
#persebaya



 

Tidak ada komentar