Breaking News

Pergerakan Tanah Terjadi di Sukabumi, Sejumlah Warga Terdampak Diminta Mengungsi

Rumah warga terdampak pergerakan tanah di Sukabumi, Jawa Barat. Foto: Istimewa/ Antara

WELFARE.id-Selain Bogor, Sukabumi juga rupanya mengalami kondisi pergerakan tanah yang tidak kalah hebat. Warga di Kampung Lebaksiu RT 01/03, Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tengah gundah gulana, karena terpaksa mengungsi dari kediaman mereka. 

Hal itu mesti dilakukan, karena beberapa rumah warga terdampak pergerakan tanah mengalami kerusakan cukup parah. Satu rumah panggung berukuran 4 x 6 meter persegi mengalami rusak berat akibat adanya pergerakan tanah.

Petugas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Purabaya Yanto Prayitno mengatakan, sejak Jumat (14/10/2022), terjadi hujan deras dalam waktu yang cukup lama. Esoknya, Sabtu (15/10/2022) baru terlihat adanya retakan di tanah dengan panjang kurang lebih 50 meter dan lebarnya 10 sentimeter. 

Dari retakan tanah tersebut, membuat satu rumah rusak berat. Yanto juga menjelaskan bahwa rumah tersebut dihuni oleh 1 KK dengan 4 anggota keluarga. 

Sejauh ini, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa pergerakan tanah tersebut. Saat peristiwa terjadi, seluruh penghuni rumah sedang mengunjungi orang tua mereka.

Ia mengimbau, warga Purabaya dan yang lainnya untuk selalu waspada oleh situasi. Apalagi saat ini hujan terus melanda. 

"Kami memberikan imbauan kepada warga, agar tetap waspada, terutama saat turun hujan. Sedangkan kebutuhan yang diperlukan untuk keluarga terdampak, selain sembako, juga bahan material," ungkapnya, dikutip Senin (17/10/2022).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB memasukkan Kabupaten Sukabumi dalam daftar daerah rawan bencana pergerakan tanah. Status wilayah terluas se-Jawa Bali itu bahkan berada di level atas rawan untuk semua jenis bencana khususnya pergerakan tanah.

Untuk itu BNPB memberikan hibah alat peringatan dini pergerakan tanah kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Sebagai salah satu langkah mitigasi bencana untuk mengurangi potensi korban. 

Tim BNPB Hesty Widi Astuty mengatakan, dikutip dari akun resmi Pemkab alat mitigasi tersebut, bakal ditempatkan di daerah yang rawan.  "Ini merupakan kepedulian dan perhatian dari BNPB kepada Kabupaten Sukabumi agar dapat menanggulangi resiko bencana dengan sistem peringatan bencana dini," harapnya. (tim redaksi)

#insidenpergerakantanah
#sukabumijawabarat
#bnpbsukabumi
#wargamengungsi
#mitigasibencana
#daerahrawanbencana

Tidak ada komentar