Breaking News

Penyaluran Kredit Baru di Bulan September Meningkat

Ilustrasi (net) 

WELFARE.id-Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan adanya peningkatan angka penyaluran kredit hingga permintaan pembiayaan melalui utang atau kredit oleh rumah tangga dan korpoasi. 

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Junanto Herdiawan mengatakan, penyaluran kredit baru oleh perbankan pada September 2022 terindikasi tumbuh positif. Ini terindikasi dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 56,8 persen. 

"Adapun faktor utama yang memengaruhi perkiraan penyaluran kredit baru tersebut yaitu prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta permintaan pembiayaan dari nasabah," jelasnya dikutip Kamis (20/10/2022). 

Di sisi lain, untuk keseluruhan periode kuartal III 2022, penawaran penyaluran kredit baru juga diprediksi tumbuh positif, meski sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. 

Sementara di sisi rumah tangga, permintaan pembiayaan baru juga terindikasi tumbuh positif pada September 2022. Junanto menyampaikan, mayoritas rumah tangga memilih bank umum sebagai sumber utama penambahan pembiayaan, meski menurun dibandingkan bulan sebelumnya. 

"Jenis pembiayaan yang diajukan rumah tangga mayoritas berupa Kredit Multi Guna. Adapun sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi responden untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan antara lain leasing dan leasing," tukasnya. 

Sementara itu, permintaan pembiayaan korporasi pada September 2022 juga terindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 18,4 persen, lebih tinggi dari SBT pada bulan sebelumnya sebesar 17,9 persen. 

"Kebutuhan pembiayaan tersebut terutama dipenuhi dari dana sendiri yang masih menjadi mayoritas sumber pembiayaan, diikuti oleh pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik yang keduanya meningkat dibandingkan bulan sebelumnya," katanya. 

Ia menerangkan, untuk jenis pembiayaan yang diajukan rumah tangga mayoritas berupa Kredit Multi Guna. "Adapun sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi responden untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan antara lain leasing dan leasing," paparnya. 

Catatan lainnya, permintaan pembiayaan korporasi pada September 2022 juga terindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. 

Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 18,4 persen, lebih tinggi dari SBT pada bulan sebelumnya sebesar 17,9 persen. "Kebutuhan pembiayaan tersebut terutama dipenuhi dari dana sendiri yang masih menjadi mayoritas sumber pembiayaan, diikuti oleh pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik yang keduanya meningkat dibandingkan bulan sebelumnya," pungkasnya. (tim redaksi) 

#bankindonesia
#bi
#penyalurankredit
#pembiayaan
#sbt

Tidak ada komentar