Breaking News

Parlemen Dibubarkan, Pemilu Malaysia Dipercepat

PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob. Foto: Istimewa/ Net

WELFARE.id-Perdana Menteri (PM) Malaysia Ismail Sabri Yaakob membubarkan parlemen Malaysia, Senin (10/10/2022). Keputusan tersebut diumumkan secara langsung melalui siaran televisi.

Melansir The Star, Selasa (11/10/2022), keputusan tersebut dilakukan, usai dirinya bertemu dengan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah. Dengan demikian, berarti pemilihan umum (pemilu) selanjutnya akan digelar di Malaysia beberapa bulan ke depan.

Pemilu ke-15 Malaysia diprediksi bakal digelar paling lambat dalam waktu 60 hari ke depan, terhitung sejak Senin (10/10/2022) waktu setempat. Komisi Pemilihan diperkirakan akan bertemu dalam minggu ini untuk mengumumkan tanggal pemungutan suara yang harus dilaksanakan dalam waktu 60 hari sejak pembubaran parlemen.

Pemilu kemungkinan akan digelar pada awal November, sebelum dimulainya musim muson akhir tahun yang kerap mendatangkan banjir. "Saya telah melakukan audiensi dengan Yang di-Pertuan Agong kemarin sore. 

Beliau telah menyetujui untuk membubarkan parlemen pada Senin (10/10/2022) waktu setempat, sesuai dengan pasal 40 (2)(b) dan pasal 55 (2) pada Konstitusi Federal," paparnya.

Rumor soal pembubaran parlemen Malaysia mencuat setelah PM Ismail melakukan audiensi dengan Sultan Abdullah pada Minggu (9/10/2022) waktu setempat. Audiensi itu menjadi yang kedua dilakukan dalam waktu empat hari terakhir.

Pada Kamis (6/10/2022) lalu, PM Ismail melakukan audiensi dengan Sultan Abdullah, yang oleh Istana Negara dijelaskan sebagai rapat pra-Kabinet rutin yang digelar setiap minggu. 

Dilaporkan, bahwa beberapa negara bagian Malaysia, seperti Penang, Kedah, Selangor dan Negri Sembilan, menyatakan wilayahnya tidak akan menggelar pemilu daerah yang bersamaan dengan pemilu nasional. 

Penang diketahui memiliki 13 kursi, Kedah 15 kursi, Selangor 22 kursi dan Negri Sembilan 8 kursi yang akan diperebutkan dalam pemilu. Sementara itu, sekutu UMNO di pemerintahan dan partai-partai oposisi telah menolak rencana untuk mengadakan pemilihan di tengah musim hujan. 

Tahun lalu, hal tersebut menewaskan lebih dari 50 orang dan memaksa ribuan orang mengungsi. Namun, para petinggi UMNO memutuskan bahwa pemungutan suara harus diadakan tahun ini agar UMNO dapat memanfaatkan kembalinya pemilih etnis Melayu dan situasi di kubu oposisi yang tengah berantakan. (tim redaksi)

#pemilumalaysia
#pmmalaysia
#ismailsabriyaakob
#pemiludipercepat
#parlemendibubarkan
#sekutuumno
#kubuoposisi

Tidak ada komentar