Breaking News

Musang Langka Terlihat di Taman Nasional Wartabone Sulawesi

Penampakan Musang Sulawesi (dok TNBNW) 

WELFARE.id-Kamera jebak (camera trap) yang dipasang Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), Sulawesi kembali merekam seekor musang Sulawesi, atau Sulawesi Civet (Macrogalidia musschenbroekii). 

Musang Sulawesi ini merupakan satwa misterius yang masih belum banyak diketahui keberadaannya, termasuk masih minimnya riset para ahli. Bahkan perjumpaan di habitat aslinya pun jarang sekali. 

Dalam daftar merah  International Union for Conservation of Nature (IUCN), satwa endemik ini masuk dalam status vulnerable (Vu) atau rentan, yang berarti menghadapi risiko kepunahan di alam liar di waktu yang akan datang. 

Musang Sulawesi masuk dalam satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah nomer 7 tahun 1999 dan Peraturan Menteri Lingkungan dan Kehutanan nomor 106 tahun 2018. 

Di habitatnya diperkirakan hanya ada 9000 individu dewasa dengan tren populasi yang terus menurun. Dalam peta sebarannya, IUCN hanya menampilkan beberapa kantong habitatnya di lengan utara pulau Sulawesi, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. 

“Foto yang kami rilis ini adalah hasil pemasangan kamera jebak, yang kami lakukan pada Juni hingga September 2022 di wilayah utara Taman Nasional Bogani Nani Wartabone,” kata Dini Rahmanita, Senin (24/10/2022). 

Dini merupakan Koordinator urusan pengawetan yang juga menjadi koordinator monitoring anoa dan babirusa melalui kamera jebak yang dipasang Balai TNBNW. 

Dini Rahmanita menuturkan instansinya setiap tahun melakukan pemasangan kamera jebak di sejumlah bagian di wilayah konservasi yang ditanganinya, setiap pemasangan kamera ini selalu mendapatkan foto musang Sulawesi, namun gambarnya tidak sebaik yang baru saja didokumentasikan. 

Musang Sulawesi diketahui hidup di area ketinggian 0-2600 m, dengan habitat hutan, semak, padang rumput, perkebunan. Musang Sulawesi memiliki Panjang tubuh antara 65-70 cm, Panjang ejor antara 45-54 cm dan berat antara 3,8-6,1 kg,” tuturnya. 

Secara fisik musang endemik ini memiliki bulu tubuh yang didominasi warna coklat, bagian bawah warna pucat dengan bitnik-bintik coklat tipis di sisi dan punggung bawah, berambut pendek namun tumbuh merata di seluruh badan. 

Musnag Sulawesi bersifat soliter, aktif pada malam hari (nocturnal) dab lebih banyak melakukan aktifitas di atas pohon,” katanya. 

Ancaman yang dihadapi musang ini adalah kehilangan habitat dan perburuan. Perubahan habitat bisa berupa alih fungsi lahan seperti pembukaanb hutan untuk perkebunan atau lainnya. 

Keberhasilan mendokumentasikan satwa ini merupakan Kerja sama antara Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dengan Wildlife Conservation Society (WCS). 

Selain Musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii) TNBNW juga memiliki satwa prioritas lainnya yakni Maleo, Anoa, dan Babirusa. (tim redaksi) 

#hewanlangka
#musang
#musangsulawesi
#TamanNasionalBoganiNaniwartabone 
#TNBNW
#SulawesiCivet
#Macrogalidiamusschenbroekii

Tidak ada komentar