Breaking News

Menkeu dan Bank Sentral Negara G20 Sepakat, Atur Regulasi Aset Kripto

Kripto. Foto: Ilustrasi/ Freepik

WELFARE.id-Perkembangan aset kripto sebagai pilihan instrumen investasi terus berkembang. Walaupun mengalami pasang surut, namun ekosistem kripto diyakini memiliki masa depan cerah.

Pada Presidensi G20 Indonesia, seluruh negara anggota G20 menyepakati aset kripto harus diregulasi dan diawasi dengan ketat, termasuk stable coin. Pada pertemuan keempat menteri keuangan dan gubernur bank sentral (4th FMCBG) G20 kembali mendiskusikan risiko dan manfaat dari aset kripto agar dapat merumuskan regulasi dan pengawasan yang tepat.

Upaya ini perlu dilakukan lantaran G20 bertekad memperkuat sektor keuangan global melalui peningkatan pemantauan risiko dan melalui optimalisasi manfaat teknologi dan digitalisasi. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pada pertemuan tersebut, menteri keuangan dan gubernur bank sentral juga mendiskusikan fitur-fitur terbaru dari aset kripto agar dapat menimbang risiko dan manfaatnya.

"G20 terus mendiskusikan isu-isu yang sangat kompeten dari perundangan aset-aset kripto untuk meningkatkan pemantauan risiko dan melakukan upaya yang membuahkan manfaat," ujarnya saat konferensi pers 4th FMCBG virtual, dikutip Sabtu (15/10/2022).

Ia menambahkan, G20 menyambut baik penilaian Financial Stability Board (FSB) mengenai pengawasan dan regulasi stable coin global, serta aktivitas pasar asset kripto. Sebelumnya, Perry mengungkapkan FSB telah menyerahkan beberapa laporan konsultatif terkait dengan aset kripto.

Laporan pertama tentang pasar dan aktivitas aset kripto yang mencakup rekomendasi untuk pengawasan regulasi dan lebih dari itu, aset kripto dan pasarnya untuk mempromosikan stabilitas keuangan. Sementara itu, laporan FSB kedua berisi tentang stable coin global. (tim redaksi)

#asetkripto
#instrumeninvestasi
#keuanganglobal
#regulasiasetkripto
#presidensig20
#banksentral
#gubernurbiperrywarjiyo

Tidak ada komentar