Breaking News

Mengenal BLW, Metode MPASI yang Diterapkan Nikita Willy pada Baby Issa

Nikita Willy dan Issa (instagram) 

WELFARE.id-Artis Nikita Willy tengah menikmati perannya sebagai ibu satu anak. Semakin besar, Issa Xander Djokosoetono sudah memasuki Masa (makanan pendamping ASI). Pesinetron ini memberikan tips MPASI yang dia gunakan yakni metode BLW. 

Hal itu diungkapkan Nikita Willly di Instagram Story-nya. Nikita Willy mengatakan, ia menggunakan metode BLW (baby led weaning) untuk MPASI baby Issa. Hal itu dilakukan agar baby Issa merasa enjoy makan di meja makan. “6 bulan kurang seminggu Izz starts makan pastinya dengan izin dokter anak,” tulis Nikita Willy di Instagram Story dikutip Rabu (5/10/2022). 

“Karena kita selalu travel jadi kita putuskan menggunakan metode BLW (baby led weaning) agar Izz bisa enjoy makan sama kita di meja makan dan kita enggak harus repot bikin bubur apalagi saat berpergian,” lanjutnya. 

Nikita mengaku ikut workshop untuk BLW, virtual course, dan baca-baca buku baby lead weaning (BLW) agar yakin menerapkan metode tersebut. "Kita baru pemula jadi sampai sekarang juga masih belajar,” tulis Nikita.

Nikita juga memberikan tips untuk ibu baru sepertinya agar anaknya bisa memulai makan. Hal yang harus diperhatikan adalah kata Nikita, melihat waktu, menyediakan tempat, dan menyediakan makanan bergizi untuk sang anak. 

“Tapi hak mereka mau makan berapa banyak atau cuma mau memainkan saja. Jadi gausah pusing YOLO mama! Our mental health is also important,” tutur Nikita. 

Metode BLW adalah sebuah alternatif pemberian MPASI yang membiarkan bayi memilih dan makan makanan padat sendiri dengan tangannya. Jenis makanan yang disiapkan adalah bukan semacam puree, melainkan makanan yang dipotong-potong agar anak dapat meraihnya sendiri. 

Bagaimana cara memulai BLW? 

Jika Ibu ingin mencoba BLW, tawarkan berbagai jenis finger-foods yang bergizi pada si kecil, sesuai usianya. Waktu terbaik untuk memulainya adalah sewaktu seluruh keluarga berkumpul di meja untuk makan. Sediakan finger-foods yang mudah dipegang si kecil, misalnya brokoli kukus. 

Sewaktu si kecil belajar makan makanan padat pertamanya, dia cenderung masih sulit untuk menjumput makanan. Karena itu jangan berikan makanan yang dipotong terlalu kecil. Awalnya mungkin si kecil hanya akan bermain-main dengan makanannya, dimasukkan ke dalam mulut dan diisap. 

Tetap tawarkan ASI semaunya di antara waktu makan. Ketika dia mulai makan dengan jumlah yang lebih banyak, konsumsi ASI-nya akan cenderung menurun. 

Apa keuntungan BLW? 

BLW memberikan kesempatan pada bayi untuk mengeksplor makanannya sendiri. Artinya, mereka akan lebih cepat menerima berbagai jenis tekstur makanan. 

Para Ibu yang sudah mencoba BLW mengatakan bayi mereka tidak pernah menolak makan apa pun yang disediakan. Meskipun demikian, belum banyak riset resmi yang dilakukan mengenai BLW. 

Salah satu riset menunjukkan bahwa bayi yang diperbolehkan memegang/menyuap makanannya sendiri lebih mudah untuk diikutsertakan dalam makan bersama sekeluarga dan mereka juga lebih cepat bisa menerima table-food (makanan yang sama dengan yang dimakan oleh keluarga). 

Bayi yang masih diberikan makanan bertekstur lunak setelah berusia 10 bulan biasanya akan menolak untuk naik tekstur dan mencoba jenis makanan baru. Selain itu, BLW juga menghemat waktu, karena mama tidak perlu menyediakan puree. 

Apa sisi negatif dari BLW? 

• Semua Ibu yang mencoba BLW pasti setuju bahwa proses ini sangat berantakan dan akan banyak makanan yang terbuang. 

• Bayi Ibu mungkin akan menemukan kesulitan untuk mengunyah beberapa jenis makanan, apalagi ketika belum tumbuh gigi. Misalnya daging merah, yang sesungguhnya adalah sumber zat besi. Sejak umur 6 bulan, bayi Ibu mulai membutuhkan zat besi dari asupan makanannya, karena kandungan zat besi dari ASI sudah tidak mencukupi. 

• Lebih mudah untuk mengetahui berapa banyak makanan yang masuk ketika Ibu menyuapi si kecil. Saran terbaik adalah mengombinasikan pemberian MPASI dengan puree sekaligus memberikan finger-foods kepada bayi. 

Apakah bayi akan tersedak? 

Bisa dimaklumi jika Ibu khawatir tentang bahaya tersedak (choking). Para pelaku BLW mengatakan bahwa selama bayi sudah bisa duduk tegak, mereka tidak akan tersedak. 

Ketika bayi bisa mengontrol jumlah makanan yang masuk ke dalam mulut dan menelannya, artinya resiko tersedak menjadi minimal. Tentu harus mama ingat, jangan tinggalkan bayi makan tanpa diawasi. 

Sebaiknya Ibu konsultasikan dengan dokter anak sebelum memutuskan untuk mencoba BLW, jika kondisinya: 

• Ada sejarah alergi, masalah pencernaan atau tidak bisa menolerir jenis makanan tertentu 

• Bayi mama memiliki kebutuhan khusus dan tidak bisa mengunyah makanan dengan baik atau kesulitan mengambil dan menaruh makanan ke dalam mulutnya 

• Bayi mama prematur. (tim redaksi) 

#blw
#apaitublw
#mpasi
#nikitawilly
#parenting
#tips
#tipsasi

Tidak ada komentar