Breaking News

Mahasiswa Unnes Demo Protes Pemberian Gelar HC untuk Moeldoko

Moeldoko saat pemberian gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Negeri Semarang (instagram unnes) 

WELFARE.id-Demo mahasiswa mewarnai pemberian gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Sabtu (22/10/2022).  Aksi demo diam ini dilakukan di depan gedung Auditorium Kampus Unnes, Sekaran, Semarang, tempat prosesi pemberian gelar berlangsung. 

"Kemendikbudristek RI harus mengkaji semua penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa yang diberikan Unnes terhadap beberapa tokoh, mereka ini tidak berkontribusi, jasa dan karya luar biasa bagi bangsa dan negara," ujar Koordinator Aksi Ramdan, dikutip Minggu (23/10/2022). 

"Yang kedua, Kemendikbudristek juga harus berani mencabut gelar Doctor Honoris Causa tersebut apabila ternyata mengabaikan dan tidak memenuhi persyaratan yang diatur," tambahnya. 

Saat dikonfirmasi terpisah, Rektor Unnes Fathur Rohman mengatakan proses pemberian gelar dimulai dari pengusulan oleh Pascasarjana Unnes. Kemudian usulan dikoordinasikan dengan tim promotor. 

"Ada tim promotor, ada dari UI juga, Pak Eko Prasojo ada juga dari tim dari KSP. Proses berjalan. Promotor berkoordinasi. Bagaimana gagasan dalam orasi, cukup lama prosesnya. Pak Moeldoko juga diundang untuk berikan kuliah umum beberapa kali untuk uji publik," jelasnya. 

"Butuh setahun ya. Berdasarkan regulasi, kementerian tentang penyerahan gelar doktor honoris causa. Ketat juga," imbuhnya. 

Moeldoko resmi menerima gelar doktor HC bidang Manajemen Strategi Pembangunan Sumber Daya Manusia, program studi Ilmu Manajemen Pascasarjana Unnes. Proses pemberian gelar tersebut membutuhkan waktu sekitar satu tahun. 

Dalam proses ini, Moeldoko melakukan orasi ilmiah berjudul "Membangkitkan Manusia Tangguh: Strategi Pembangunan Manusia Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Nasional dan Global Menuju Indonesia Emas 2045". 

"Jadi kita dalam situasi seperti saat ini, dalam turbulensi yang luar biasa maka kita tidak bisa berjalan linear. Seperti industri mobil listrik ini adalah sebuah momentum kalau kita tidak respons dengan cepat kita akan kehilangan momentum," kata Moeldoko. 

Moeldoko juga berharap agar masyarakat Indonesia meninggalkan politik identitas dan polarisasi demi kemajuan bangsa Indonesia. 

"Semuanya pasti menginginkan semuanya berjalan dengan baik. Tidak ada politik identitas, tidak ada lagi polarisasi antara kamu dan kami. Antara kamu dan aku polarisasi semacam ini sebaiknya ditinggalkan karena kita menghadapi tantangan yang luar yang sangat besar dan kita berkelahi di dalam," ujarnya. 

Sebelum Moeldoko, ada nama Nurdin Halid dan Airlangga Hartarto yang diberikan gelar Doctor Honoris Causa di kampus itu. (tim redaksi

#demomahasiswa
#unnes
#honoriscausa
#moeldoko
#hcmoeldokodiprotesmahasiswaunnes

Tidak ada komentar