Breaking News

Kutim Catat Ratusan Kasus DBD hingga September 2022, 1 Pasien Meninggal Dunia

DBD. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Dinas Kesehatan Kutai Timur (Dinkes Kutim), Kalimantan Timur, tengah berjibaku dengan serangan nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, hingga September kemarin, pihaknya sudah mencatat ratusan kasus DBD di wilayah mereka.

Kepala Dinkes Kutim dr Bahrani Hasanal melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Kutim Muhammad Yusuf mengatakan, penyebaran kasus DBD tersebut terdapat di beberapa wilayah pusat pelayanan kesehatan. 

Yakni, Puskesmas Teluk Lingga, Sangatta Utara 63 kasus, Sangkulirang 19 kasus, Wahau 2 kasus, dan kecamatan lainnya rata-rata 1 kasus.

"Dari jumlah kasus ini, Sangatta Utara yang tertinggi. Bahkan dari kasus ini sudah ada yang meninggal 1 orang,” jelasnya. Ia menambahkan, kasus DBD mengalami peningkatan karena terjadi peralihan antara musim panas dengan musim penghujan. Pun sebaliknya.

"Tidak hanya di Kutim yang mengalami peningkatan kasus DBD, hampir seluruh Kaltim mengalami. Untuk itu masyarakat perlu meningkatkan tindakan kewaspadaan dini DBD untuk mencegah KLB DBD,” sarannya.

Di musim peralihan itu, biasanya populasi nyamuk pasti bertambah, sehingga kasus pun meningkat. Menurutnya, kasus DBD banyak terjadi di wilayah yang lingkungannya kurang terjaga kebersihannya.

Apalagi, nyamuk DBD atau Aedes Aegypti juga pembawa virus demam kuning, chikungunya, dan demam Zika. "Di Sangatta Utara kami sudah membentuk Jumantik anak sekolah bekerjasama dengan Kepala UPT Pendidikan, Guru UKS, dan sedang berjalan saat ini. Insya Allah wilayah kerja Puskesmas Teluk Lingga akan membentuk Jumantik anak sekolah juga karena ini efektif dan efisien,” tambahnya.

Sementara untuk fogging selalu difokuskan dua kali jika ada kasus DBD dengan interval satu minggu. Pihaknya juga menyediakan obat Abate untuk masyarakat umum guna mengurangi penularan DBD.

Abate merupakan cairan Larvasida yang sangat kuat dan efektif mengontrol fase jentik nyamuk sebagai penyebar penyakit. "Abate ini lebih efektif untuk mengendalikan semua jentik nyamuk pada dosis rendah ketimbang fogging. Sebab nyamuk sekali bertelur bisa sampai 50, itu baru satu, coba bayangkan kalau banyak," yakinnya.

Pihaknya menyediakan Abate di puskesmas se-Kutim. "Jadi kalau masyarakat mau maka langsung saja ke puskesmas terdekat untuk meminta Abate, ini gratis tidak dipungut biaya sepeserpun," tuntasnya. (tim redaksi)

#dbd
#wabahdbddikutim
#kutaitimur
#kalimantantimur
#kaltim
#abate
#fogging

Tidak ada komentar