Breaking News

Krisis Pangan Mulai Terjadi di Australia, Foodbank: 500 Ribu Rumah Tangga Terancam Kelaparan

Supermarket. Foto: Ilustrasi/ Pixabay

WELFARE.id-Krisis pangan mulai menjalar ke Australia. Bahkan, ratusan ribu warga di negara itu diprediksi akan sulit mendapatkan bahan makanan.

Hal itu terungkap, usai Lembaga Amal Foodbank merilis laporan tahunan, dikutip Selasa (18/10/2022). Dari survei dan kondisi di lapangan, Foodbank bisa menyimpulkan adanya kerawanan pangan terhadap 500.000 rumah tangga.

Itu juga tergambar dari ketidakpastian tentang mendapatkan makanan dan nutrisi yang cukup. Melansir The Guardian, Selasa (18/10/2022), Kepala Eksekutif Foodbank Brianna Casey mengatakan, situasi ini merupakan yang terburuk selama 6 tahun bekerja di lembaga itu. 

Ia pun menyerukan peningkatan pembayaran dukungan pendapatan dan dukungan tambahan untuk sektor masyarakat. "Saya belum pernah melihat sesuatu seperti yang kita lihat sekarang. Ini akan mengejutkan banyak orang bahwa kita melihat tingkat kerawanan pangan yang lebih buruk daripada puncak pandemi. 

Orang-orang telah keluar dari pandemi dalam banyak kasus dengan posisi yang lebih rentan daripada saat mereka masuk," paparnya.

Seperti banyak negara, Australia sedang berjuang melawan rekor biaya hidup yang tinggi. Inflasi tahunan pada bulan Agustus melonjak menjadi 6,8% dari hanya di bawah 2% sebelum pandemi. 

Saat pandemi, inflasi makanan juga lebih rendah, sekitar 1,3%. Foodbank sendiri menjelaskan bahwa di antara mereka yang mengalami kerawanan pangan, 64% menyebutkan ini akibat dari kenaikan atau biaya hidup yang tinggi dan 42% menunjuk pada 'penghasilan rendah atau tunjangan pemerintah yang berkurang' sebagai penyebab utama.

Keterangan Biro Statistik Australia menyebutkan, bahwa harga buah dan sayuran naik 18,6% pada Agustus dibandingkan tahun lalu. Harga makanan dan minuman nonalkohol juga meningkat menjadi 9,3% dalam 12 bulan hingga Agustus 2022.

Banjir di Pantai Timur Australia antara Maret dan Juli menambah gangguan pangan di negara itu. Pasalnya, bencana ini menghancurkan tanaman dan mendorong lonjakan harga makanan di Australia.

Temuan Foodbank ini juga didasarkan pada survei perwakilan nasional yang dilakukan pada bulan Juli lalu tentang kerawanan pangan di Australia. Hasilnya juga menyebutkan krisis kali ini lebih parah daripada penelitian sebelumnya.

"Laporan itu mengatakan, 21% orang Australia, atau lebih dari 2 juta orang,telah mengalami kerawanan pangan yang parah dalam 12 bulan terakhir. Itu naik dari 17% pada laporan 2021," tulis laporan itu. (tim redaksi)

#kerawananpangan
#australiarawanpangan
#datafoodbank
#laporantahunan
#australia

Tidak ada komentar