Breaking News

Korban Tewas Ledakan Tambang Batu Bara Bertambah Jadi 41 Orang, Presiden Turki: 11 Orang Terluka

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di hadapan wartawan setelah meninjau lokasi ledakan di tambang batu bara di Bartin. Foto: Anadolu Agency

WELFARE.id-Tim SAR terus melakukan pencarian korban usai terjadinya ledakan di sebuah tambang batu bara yang berlokasi di Turki utara, Jumat malam (14/10/2022). Hasilnya, jumlah pekerja yang tewas bertambah menjadi 41 orang.

Penambahan korban akibat ledakan tambang itu diungkapkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (15/10/2022). Sedikitnya 110 penambang sedang bekerja saat ledakan terjadi pada malam naas dua hari lalu tersebut. 

Saat mendengar insiden itu, Presiden Erdogan membatalkan rencana sebelumnya melakukan kunjungan ke Provinsi Diyarbakir dan langsung mendatangi lokasi kejadian ledakan yang berlokasi di Kota Amasra. 

Di sana dia mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan para pekerja telah selesai. ”Seluruh pekerja telah ditemukan baik yang meninggal sebanyak 41 orang dan 11 orang terluka serta sisanya selamat,” terangnya. 

Saat ini, sebanyak 11 pekerja yang terluka masih dirawat di rumah sakit. Erdogan juga mengatakan Turki mengerahkan semua kemampuannya untuk mengatasi situasi setelah ledakan.

Erdogan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang kehilangan kerabat mereka dalam insiden maut tersebut. Presiden juga mendoakan agar para korban luka-luka lekas sembuh.

Orang nomor satu di Turki ini juga mengatakan dukungan akan segera diberikan kepada para pekerja yang terluka, serta keluarga korban tewas.

”Investigasi atas insiden tersebut sedang berlangsung,” kata Erdogan juga sambil menambahkan tidak ingin lagi melihat kekurangan atau risiko yang tidak perlu terjadi di tambang batu bara di negaranya. 

”Pemerintah Turki melakukan segala upaya untuk mengatasi masalah semacam itu dengan bantuan teknologi canggih,” papar Erdogan juga.

Erdogan juga mengatakan akan membawa pada sidang kabinet untuk menentukan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk para korban. 

Sedangkan Menteri Energi Fatih Donmez mengatakan temuan awal menunjukkan ledakan itu disebabkan oleh fireamp, gas yang mudah terbakar yang ada di lokasi tambang tersebut. 

Sementara itu, Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan kondisi lima dari enam pekerja yang dirawat di salah satu rumah sakit Istanbul berada dalam kondisi sangat kritis, dan menggunakan ventilator karena luka bakar yang parah. (tim redaksi)

#turki
#ledakantambang
#tambangbatubara
#presidenturki
#receptayyiperdogan
#penyelamatan
#timsar

Tidak ada komentar