Breaking News

Korban Tewas Diprediksi Lebih dari 200, Federasi Kontras Bakal Bentuk Tim Khusus Bareng Aremania

Tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022). Foto: Istimewa/ AP

WELFARE.id-Federasi Komisi Untuk Orang Hilang untuk Korban Tindak Kekerasan (Federasi Kontras) tidak sepenuhnya percaya dengan data jumlah korban meninggal Tragedi Kanjuruhan versi pemerintah. 

Seperti diketahui, polisi merilis 125 korban tewas dalam peristiwa usai laga Arema FC vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022).

Sedangkan dari pihak Dinas Kesehatan Jawa Timur merilis data 131 korban tewas dari data yang masuk ke rumah sakit yang merawat para korban kerusuhan. Menurut Federasi KontraS, jumlah korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan kemungkinan besar lebih dari 125 orang. 

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Federasi Kontras Andy Irfan. Menurutnya, data korban meninggal tragedi Kanjuruhan versi pemerintah begitu jauh selisihnya dibandingkan dengan klaim dari suporter Arema FC, Aremania.

"Data dari pemerintah belum bisa dipercaya, maka kami membentuk tim khusus pendataan. Kawan -kawan meyakini 200 lebih, (namun) belum data final," ujarnya, dikutip Rabu (5/10/2022).

Salah satu perwakilan Aremania Dadang Indarto menyebut, dari temuan awal yang dimiliki organisasinya, jumlah korban meninggal dunia tragedi Stadion Kanjuruhan bisa lebih dari 200 orang. 

"Kalau data yang dikeluarkan pemerintah sekarang 125 korban meninggal dunia, kami memperkirakan itu lebih. Kalau menurut perkiraan kami di atas 200," ujar Dadang dalam jumpa pers yang sama.

Perkiraan angka itu berdasarkan temuan awal setelah pihaknya mendapatkan informasi dari Aremania Malang Raya dan sekitarnya. Federasi Kontras juga menyoroti pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bahwa penembakan gas air mata telah sesuai aturan.

"Harus ada uji forensik terkait penggunaan gas air mata," imbuh Andry. KontraS mengutuk keras pernyataan kepolisian terkait standar operasional prosedur (SOP) penangan kerumunan massa.

"Gas air mata memang tidak mematikan, tapi kami menduga kuat sumber jatuhnya banyak korban jiwa akibat gas air mata," tegasnya. Salah seorang Aremania yang selamat dalam insiden mematikan itu, Dadang Hermawan menyebut tragedi Kanjuruhan harus diusut tuntas. 

Ia curiga ada faktor kesengajaan lantaran pintu tribun terkunci ketika kericuhan terjadi. "Apa yang dilakukan oleh kepolisian sangat berlebihan, Aremania suporter yang cerdas, cukup diomongi, tidak perlu kekerasan," ucapnya. (tim redaksi)

#aremania
#aremafc
#persebaya
#tragedikanjuruhan
#kerusuhankanjuruhan
#stadionkanjuruhan
#dukasepakbolaindonesia
#federasikontras

Tidak ada komentar