Breaking News

Kejari Serang Tolak Penangguhan Penahanan Nikita Mirzani

Nikita Mirzani (instagram) 

WELFARE.id-Kejaksaan Negeri Serang menolak penangguhan penahanan tersangka kasus pencemaran nama baik Nikita Mirzani. Dengan adanya keputusan tersebut, Nikita Mirzani akan tetap ditahan di Rutan Klas IIB Serang hingga 13 November 2022. 

Kepala Kejaksaan Negeri Serang Freddy D Simandjuntak mengatakan, penolakan penangguhan penahanan yang diajukan oleh Nikita melalui kuasa hukumnya sudah sesuai pemantauan dan analisa JPU. "Sejak  tahap penyidikan sampai tahap II, maka itu juga menjadi salah satu alasan bagi JPU sehingga penangguhan penahanan tidak dikabulkan oleh JPU," ujarnya dikutip Minggu (30/10/2022). 

Pertimbangan lain, kata Freddy, karena sesuai Pasal 21 ayat 1 KUHPidana bahwa tersangka dikhawatirkan melarikan diri. "Salah satu alasan lainnya sesuai pasal subyektif, melarikan diri atau mengulangi perbuatannya," katanya. 

Sebelumnya, kuasa hukum Nikita Mirzani telah mengajukan penangguhan penahanan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang, Banten pada Rabu (26/10/2022) atau sehari setelah Nikita ditahan. 

Kuasa hukum Nikita, Fahmi Bachmid mengatakan, pengajuan penangguhan penahanan merupakan hak seseorang yang mencari keadilan. Alasan pengajuan penangguhan penahanan karena sejak proses penyidikan di Polresta Serang Kota, Nikita tidak ditahan dan hanya melakukan wajib lapor sepekan sekali. 

Nikita Mirzani sempat menawarkan restorative justice dengan Dito Mahendra usai ditetapkan tersangka terkait kasus pencemaran nama baik. Pihak Dito menyebut penyelesaian kasusnya dengan pendekatan restorative justice tidak akan pernah terjadi. 

"Sekarang sudah tahap penyerahan tersangka dan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Serang, kami berpendapat restorative justice itu sudah merupakan kemustahilan. Artinya tidak mungkin lagi ada proses perdamaian," kata pengacara Dito, Yafet Rissy. 

Yafet mengatakan ajakan restorative justice dari pihak Nikita sudah terlambat. Pasalnya, ketika kasus ini masih tahap penyidikan di Polres Serang Kota, pendekatan restorative justice tidak digubris oleh pihak Nikita. 

Mengenai restorative justice ini sebetulnya sudah pernah diupayakan ketika masih proses penyidikan di Polres Serang Kota tapi undangan yang dari penyidik untuk melakukan mediasi dalam rangka perdamaian waktu itu kita datangi Polres, tapi Nikita Mirzani tidak hadir tanpa alasan sehingga restorative jsutice waktu itu tidak terjadi," tukasnya. 

Selain itu status residivis yang diemban oleh Nikita Mirzani menjadi salah satu pemberat dalam syarat formil terciptanya restorative justice. "Selain itu ada persoalan formil lain yang menyulitkan terjadinya restorative justice yaitu tersaiki bukan seorang residivis. 

Sementara kita tahu Nikita Mirzani pernah dipenjara melakukan tindak pidana. Persyaratan formil-nya itu tidak terpenuhi. Jadi restorative justice pada tahap ini adalah sebuah kemustahilan, tidak dapat terjadi," tandasnya. (tim redaksi

#nikitamirzani
#nikitamirzaniditahan
#penangguhanpenahanan
#penangguhantahanannikitamirzaniditolak
#ditomahendra
#restorativejustice

Tidak ada komentar