Breaking News

Kejagung Setorkan Uang Sita Aset di Kasus Jiwasraya Senilai Rp1,5 Triliun

Jiwasraya. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Kejaksaan Agung (Kejagung) menyetorkan uang hasil sita eksekusi terkait kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya ke kas negara. Dana yang disetorkan sebesar Rp1,5 triliun.

"Hasil penyitaan ini telah kami masukan ke kas negara," ujar Direktur Eksekusi, Upaya Hukum Luar Biasa dan Eksaminasi Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Undang Mugopal kepada wartawan, dikutip Rabu (12/10/2022). 

Ia merinci, uang senilai Rp1,5 triliun tersebut merupakan hasil sita eksekusi dari rekening efek, obligasi, dan beberapa aset lain milik terpidana Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro atas kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Ia menambahkan, jaksa eksekutor tengah berupaya mengembalikan nilai kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus korupsi Jiwasraya. Caranya, dengan terus memburu aset milik Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro.

Tercatat untuk Heru Hidayat harus membayar uang pengganti sebesar Rp10,728 triliun. Sementara Benny Tjokrosaputro Rp6,078 triliun. 

Adapun total kerugian negara dalam perkara tersebut sebesar Rp16,8 triliun. Kejagung juga mendeteksi sejumlah aset milik Benny Tjokrosaputro di wilayah Kabupaten Kota Serang dan Kabupaten Tangerang. 

Tim memetakan lahan yang masih berupa sawah dan lokasi yang diperuntukkan bagi usaha lainnya. "Belum lama ini juga kami sita eksekusi 97 hektare tanah milik Benny Tjokrosaputro. Tanah ini akan kami serahkan ke Pusat Pemulihan Aset supaya dilelang. Nah, sekarang proses lelangnya sudah mulai," terangnya.

Pun demikian dengan aset tambang. "Kalau yang tambang itu sudah bisa kita lelang, mungkin kami akan menyetor ke kas negara lagi sekitar Rp4 triliun," tuntasnya. (tim redaksi)

#kasusasuransijiwasraya
#kasuskorupsijiwasraya
#kejagung
#lelangaset
#kerugiannegara
#uangsitaan

Tidak ada komentar