Breaking News

Kehabisan Vaksin, Vaksinasi COVID-19 di Kota Bogor Terhenti

Vaksinasi COVID-19 untuk anak sekolah yang digelar di Kota Bogor. Foto: net

WELFARE.id-Program vaksinasi COVID-19 terpaksa dihentikan sementara di Kota Bogor. Wakil Wali Kota (Wawalkot) Bogor Dedie A Rachim mengatakan penghentian vaksinasi karena  stok vaksin COVID-19 sudah habis. 

Dia juga mengatakan, kalau Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah mengajukan penambahan vaksin, tetapi hingga kini belum ada realisasi karena di tingkat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat maupun nasional juga mengalami krisis vaksin.

Dedie juga mengungkapkan kekurangan vaksin ini sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Stok sebanyak 500 vial sudah habis setelah seluruhnya digunakan.

Pemkot Bogor sudah mengajukan permintaan vaksin baru sebanyak 500 vial dan 250 vial tetapi ditolak karena ketiadaan stok vaksin.

"Saat ini stok kosong. Dua bulan terakhir kita sudah bersurat ke provinsi dan pusat, tetapi belum bisa karena stok kosong," ungkap Dedie.

Krisis vaksin covid ini menjadi tantangan baru karena Indonesia tengah menghadapi gelombang COVID-19 subvarian XBB. Subvarian Omicron XBB telah terdeteksi di Indonesia sehingga masyarakat diminta waspada dan memperkuat protokol kesehatan (prokes), terutama memakai masker.

Varian ini diperkirakan akan menjadi gelombang lonjakan COVID-19 di Indonesia pada dua bulan mendatang. Gelombang varian XBB saat ini sudah terjadi di Singapura.

Untuk diketahui, vaksinasi COVID-19 di Kota Bogor sudah mencapai 94,68 persen dari total sasaran sebanyak 920.608 sasaran. Sementara untuk vaksinasi booster sudah mencapai 49,13 persen.

”Informasi terbaru mau ada hibah dari pusat vaksin Pfizer. Kita sedang buat surat minta 500 vial. Semoga bisa dapat cepat dan bisa kita segera laksanakan lagi vaksinasi," tandas Dedie juga. (tim redaksi)


#vaksinasi
#covid-19
#kotabogor
#vaksinasiterhenti
#vaksinkosong
#wakilwalikotabogor
#dediearachim

Tidak ada komentar