Breaking News

Investor Lebih Tertarik Emiten Berating ESG, BEI Dorong Perusahaan Hijau Melantai di Bursa

Aktivitas perdagangan di pasar modal. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan mendorong keberlanjutan di pasar modal. Dengan kata lain, menerapkan konsep ESG (environment, social, and good governance) investing.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis Bursa Efek Indonesia (BEI), Ignatius Denny Wicaksono menuturkan, pihaknya menyadari harus bisa mendorong keberlanjutan di area pasar modal. 

"Kita sadar, Bursa Efek Indonesia diharapkan mendorong sustainability di area pasar modal,” kata Denny dalam Capital Market Summit & Expo 2022, dikutip Sabtu (15/10/2022).

BEI melakukan beberapa hal untuk mendorong keberlanjutan tersebut, salah satunya dengan mengadopsi standar-standar global. "Yang pertama, kami mengadopsi standar-standar internasional. Kami terus mencoba untuk mengakomodasi rekomendasi yang diberikan itu dari sisi kelembagaan,” ucapnya.

ESG investing yakni investor menyatukan aspek ESG sebelum mengambil keputusan untuk berinvestasi. "ESG investing itu kalau kita boleh bilang bagaimana sebenarnya investor mengintegrasikan aspek ESG sebelum mengambil keputusan investasi. 

Karena itu tentunya yang pertama itu disclosure. Kalau tidak ada disclosure ESG apa yang mau diambil keputusannya, akhirnya finansial saja keputusannya,” lanjutnya.

Dalam mengupayakan hal tersebut, BEI melakukan sosialisasi secara terus menerus. Selain itu, BEI memiliki kewajiban untuk melaporkan terkait laporan keberlanjutan tersebut yang sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).

"Karena itu, BEI sendiri melakukan sosialisasi terus menerus karena POJK 2017 untuk kewajiban sustainability report kita banyak sosialisasi dan menggandeng lembaga internasional. Kita harapkan emiten kita bisa beyond di regulation itu dari keterbukaan perusahaan tercatat,” paparnya.

BEI juga bekerjasama dengan dua lembaga pemeringkat baik luar negeri dan dalam negeri untuk melakukan rating ESG pada perusahaan. "Jadi perusahaan kita yang besar ada ESG rating dan ada masukannya. Kita harapkan secara substansi tidak hanya nilainya tapi ada aspek ESG-nya,” harapnya.

Tak hanya itu, BEI juga melakukan sosialisasi kepada pemangku kepentingan. Bahkan, BEI juga membuat empat indeks ESG.

"4 indeks maksudnya mengakomodasi banyak strategi investasi ESG dan mungkin tahun ini ada rencana lebih spesifik lagi akan kita keluarkan,” imbuhnya. Dengan demikian, BEI mempertimbangkan untuk mengembangkan ESG syariah di pasar modal. 

"ESG syariah kalau perlu pasti kita kembangkan,” ujarnya. Sebelumnya, perusahaan yang menjalankan program ESG dinilai akan berharga lebih mahal karena investor mulai memilih produk investasi yang ramah lingkungan. 

Ini diungkapkan President Director of PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Lim Kim Siah CGB-CIMB Sekuritas. Mereka memiliki tim yang akan memberikan apresiasi bagi perusahaan yang menjalankan program ESG. 

"Ini bertujuan agar investor memiliki pemahaman utuh terkait perusahaan ESG sehingga para investor mulai berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang menjalankan ESG,” ujar Lim, bulan lalu. 

Menurutnya, semakin banyaknya investor berinvestasi pada perusahaan yang menjalankan ESG akan membuat harga perusahaan tersebut berharga lebih mahal. 

"Pada akhirnya perusahaan yang menjalankan ESG akan berharga lebih mahal dan mendorong banyak perusahaan lain untuk mulai berubah menjalankan bisnisnya sesuai dengan aturan ESG,” ujar Lim. 

Direktur CGB-CIMB Sekuritas Sugiharto Widjaja menambahkan, banyak investor saat ini mulai menjelajahi perusahaan ESG atau istilahnya perusahaan hijau. 

"Antusias investor terhadap produk investasi ESG sangat menjanjikan. Investor juga tak hanya melihat perusahaan yang menerapkan ESG, tetapi juga melihat kita sebagai perantara atau perusahaan sekuritasnya," tutur Sugiharto.

Antusiasme yang tinggi ini terjadi karena isu lingkungan sudah menjadi bahasan global, sehingga dalam praktiknya perlu terlibat semua pihak, salah satunya investor. 

"Investor mulai memberikan penilaian lebih pada perusahaan yang menerapkan ESG. Di bursa sendiri saat ini sudah ada indeks-indeks ESG yang menunjukkan antusias baik dari investor," ungkapnya.

Adapun menurut Sugiharto produk investasi berbasis ESG akan semakin dilirik investor bahkan banyak dana-dana besar yang akan masuk pada produk investasi berbasis ESG. 

"Di masa depan investor tidak hanya berorientasi pada profit investasi, tetapi juga pada dampak yang bisa diberikan untuk menjaga kelestarian lingkungan," yakinnya. (tim redaksi)

#pasarbursa
#emiten
#esginvesting
#perusahaanratingesg
#perusahaanhijau
#kelestarianlingkungan
#ekonomiberkelanjutan
#investor
#bei
#bursaefekindonesia
#perusahaansekuritas

Tidak ada komentar