Breaking News

Ini Lima Rekomendasi Makanan Tradisional Khas Bali yang Jadi Tuan Rumah KTT G20

Bebek betutu khas Bali yang merupakan makanan tradisional daerah tersebut. Foto: net


WELFARE.id-Puncak Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 akan digelar di Pulau Bali pada 15-16 November 2022 nanti. Kegiatan ini tentu saja memberi dampak positif bagi pariwisata di Pulau Dewata.

Selain punya beragam tempat wisata, dan tradisi budaya unik, Bali juga punya kuliner tradisional yang lezat. Makanan khas Bali tentu sangat beragam. Jadi saat berkunjung ke Bali, Anda jangan lupa mencicipi aneka kuliner tradisionalnya yang jarang diketahui tersebut.

Berikut rekomendasi 10 makanan tradisional Bali :

1. Bebek Betutu
Bebek atau ayam betutu diolah dengan bumbu rempah. Bebek betutu adalah kuliner raja Bali zaman dulu. Cara pengolahannya yaitu daging bebek yang sudah dibumbui, dipijat terlebih dahulu supaya lebih empuk dan meresap hingga ke tulang. 

Setelah itu, olahan daging tersebut dibungkus daun pisang atau daun pinang, dan dipanggang hingga matang. Proses pematangannya memakan waktu sehari semalam penuh menggunakan bara api dari kulit padi. 

Rasa dari hidangan ini yaitu gurih dan pedas. Biasanya, makanan tersebut dihidangkan pada upacara keagamaan. Tapi, saat ini menu tersebut sudah populer di restoran-restoran mewah. Salah satu restoran yang terkenal adalah Ayam Betutu Khas Gilimanuk.

2. Sate Lilit
Sate lilit menjadi salah satu makanan khas Bali yang sudah dikenal di Nusantara. Sate ini menggunakan daging sebagai bahan utama. Sesuai dengan namanya, olahan sate ini dibuat dengan cara melilitkan daging yang sudah dihaluskan pada sebuah daun serai atau tangkai bambu.

Beberapa daging yang digunakan untuk membuat sate lilit yaitu daging ayam, sapi, ikan tenggiri, dan bagi yang non-halal menyedikan babi. Daging tersebut nantinya dicincang terlebih dahulu dan diaduk atau dicampur dengan bumbu rempah khas Bali. Setelah halus, olahan makanan ini dililit dan dipanggang hingga matang.

Sate lilit cukup populer, sehingga Anda dapat dengan mudah menemukannya di setiap restoran yang ada di Pulau Bali.

3. Lawar Kuwir
Lawar Kuwir adalah makanan perpaduan antara daging cincang dengan aneka sayuran yang telah dibumbui rempah-rempah pilihan. Pada umumnya, makanan ini berbahan utama daging babi, namun bahan utama bebek/entog (kuwir) dengan lawar putih, dapat menjadi alternatif untuk umat muslim.

Jadi bagi Anda yang beragama Islam tidak perlu khawatir mencoba makanan ini karena telah tersedia daging yang halal.

Makanan ini terdiri dari daging yang telah dicacah dan sudah tercampur dengan sayuran, seperti kacang Panjang dan parutan kelapa beserta bumbu. Tambahan dalam menghidangkan makanan ini adalah dengan nasi putih, sate lilit, dan jukut ares.

Lawar terdapat bermacam – macam, jika dilihat dari warnanya, ada lawar merah dan ada lawar putih. Pada warna merah yang terdapat di lawar merah, dihasilkan dari campuran darah daging. Terdapat pula lawar yang diberi nama sesuai dengan jenis daging atau sayurannya, semisal lawar kuwir, lawar babi dan lawar nangka.

Anda dapat menemukan makanan Lawar Kuwir ini Warung Lawar Kuwir Bu Wit di Tabanan dan Warung Makan Pan Sinar di Denpasar

4 .Nasi Campur Ayam
Sesuai namanya, hidangan ini berbahan utama daging ayam. daging ayam ini diolah menjadi berbagai macam misalnya seperti suwiran ayam sisit, lawar ayam, sate lilit, dan lain sebagainya. 

Walaupun berbahan utama ayam, namun makanan ini memiliki makanan pendamping yang diantaranya adalah sayur urap, kulit ayam goreng, telur sambal tomat, ikan pindang, daun umbi pedas dan kacang goreng.

Bagi Anda pecinta rasa pedas, makanan ini menyediakan sambal matah, atau sambal embe khas Bali. Rekomendasi dari makanan ini dapat Ada temukan di Nasi Ayam Bu Oki di Jimbaran, Nasi Ayam Kedewatan Bu Mangku di Ubud atau Warung Men Weti di Sanur.

5. Tipat Cantok
Makanan yang satu ini memiliki nama yang unik namun memiliki arti di dalamnya. misalnya Bahasa Bali ’Tipat’ berarti ketupat, dan ’Cantok’ artinya diuleg atau dihaluskan.

Makanan ini terdiri dari ketupat yang diberi sayuran seperti kacang panjang, kangkong, tauge, dan mentimun. Setelah itu, bahan tersebut dikumpulkan menjadi satu ke dalam satu piring dan disiram oleh bumbu kacang. 

Proses memasaknya mirip rujak betis, dan makanan ini mirip dengan ’gado-gado” yang sering Anda temukan di Jakarta. Berminat? Silakan datang ke Bali. (tim redaksi)


#kuliner
#makanankhas
#pulaubali
#pulaudewata
#wisata
#tradisibali
#budayabali

Tidak ada komentar