Breaking News

Inflasi dan Ancaman Resesi Tak Berpengaruh, Hermes Bakal Naikkan Harga Tas Tahun Depan

Tas Hermes. Foto: Ilustrasi/ Getty Image

WELFARE.id-Perlambatan ekonomi, inflasi, dan ancaman resesi tahun depan, sepertinya tak berlaku bagi kaum jetset pecinta tas berharga selangit, Hermes. Buktinya, harga tas Birkin tetap diborong di Tiongkok dan Paris.

Waiting list pembelian Birkin dan Kelly di butik-butik Hermes tetap panjang. Bahkan, Hermes berencana membanderol tas mereka jauh lebih mahal pada tahun depan. 

Melansir Reuters, Sabtu (22/10/2022) rumah mode tas mewah asal Prancis, Hermes, berencana untuk menaikkan harga untuk pasar global antara lima hingga 10 persen mulai Januari 2023. Kenaikan harga pada tahun depan ini lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan rata-rata pada tahun ini sekitar empat persen. 

Chief Financial Officer Hermes Eric du Halgouet mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya, kenaikan biasanya sekitar dua persen. Di Prancis, saat ini sebuah tas Birkin 25 Togo dibanderol 7.400 euro (USD7.242 atau sekitar Rp112.518.954 dengan asumsi USD1 = Rp15.537). 

Kenaikan sebesar 10 persen akan mendongkrak harga Birkin 25 Togo menjadi 8.140 euro, meskipun Hermes tidak merinci berapa banyak harga yang akan dinaikkan di negara itu. "Persepsi kepemilikan Hermes sebagai investasi dan sebagai tanda kemakmuran, sedang dibangun,” kata Deborah Aitken, selaku analis Bloomberg Intelligence.

Hermes mempertahankan kekuatan harga karena pembeli kaya masih memburu barang-barang mewah. Bahkan ketika anggaran rumah tangga membengkak oleh biaya energi yang lebih tinggi dan inflasi. 

Perusahaan mengatakan, bahwa pendapatan perusahaan naik 24 persen menjadi 3,1 miliar euro pada kuartal ketiga, tidak termasuk perubahan mata uang. Keuntungan itu jauh di atas perkiraan analis, dan saham Hermes naik sebanyak 4,3 persen di bursa saham Paris. 

"Saat ini, kami tidak memiliki tanda-tanda perlambatan di salah satu pasar kami," kata Du Halgouet. Bahkan, di saat banyak perusahaan mem-PHK sebagian karyawan mereka, Hermes berencana untuk mempekerjakan 800 pekerja lagi di paruh kedua, kira-kira jumlah yang sama seperti paruh pertama. 

Du Halgouet mengatakan, kenaikan itu dibenarkan karena upah yang lebih tinggi dan biaya input di Eropa. Kenaikan harga di Jepang, mengikuti depresiasi yen, kemungkinan akan lebih tinggi daripada di AS, di mana dolar AS terus menguat.

Perusahaan juga berencana membuka gerai baru di Shanghai pada akhir bulan ini. Pendapatan di kawasan Asia-Pasifik, tidak termasuk Jepang, naik sepertiga. 

Kawasan ini menghasilkan sekitar setengah dari total penjualan Hermes dalam sembilan bulan pertama 2022. Hermes memiliki kuartal ketiga yang sangat baik di Tiongkok, meskipun ada beberapa penguncian akibat COVID-19. 

Hermes dianggap sebagai salah satu merek paling eksklusif diantara produk fashion mewah dunia. Dengan produksi tasnya dibatasi oleh keterbatasan kapasitas. 

Pada bulan lalu, Sotheby's menjual tas tangannya yang paling mahal, yakni Hermes Kelly dari kulit buaya, seharga 352.800 euro atau sekitar Rp5,3 miliar pada sebuah lelang di Paris. Ini merupakan harga tertinggi yang diperoleh oleh sebuah tas mewah dalam sejarah Sotheby's.

Pialang seni rupa mengatakan, tas Himalaya Retourne Kelly 25 ini terjual hampir tiga kali lipat dari perkiraan harga sebelumnya yakni 97,732-117,273 dollar AS (Rp1,5-1,8 miliar) dan lebih dari 224,754 dollar AS atau Rp 3,5 miliar. 

"Tas kulit buaya yang mengkilap, lengkap dengan interior berlapis kulit kambing yang meniru keagungan Himalaya ini dibuat dalam jumlah yang sangat terbatas," demikian penuturan pihak Sotheby's.

Aksesori berukuran 28cm, terbuat dari kulit Himalaya Niloticus Crocodile tersebut juga digambarkan oleh para pencinta Hermes sebagai salah satu tas tangan yang paling diinginkan di dunia. Kepala global tas tangan dan aksesori di Sotheby's, Morgane Halimi menjelaskan, penjualan model yang mencengangkan ini merupakan investasi nyata untuk jangka panjang.

Kepada Bloomberg, ia juga mengatakan bahwa model ini sebagai salah satu tas yang paling sulit diperoleh di gerai Hermes mana pun. Menurut vendor tas tangan mewah yang berlokasi di Monte Carlo, Vendome, harga rata-rata model Kelly telah meningkat dua kali lipat dalam tujuh tahun terakhir.

Kendati demikian, rekor harga tas mewah di pelelangan masih dipegang oleh Christie's, rumah lelang milik Francois Pinault, yang menjual tas Himalaya Retourne Kelly seharga 510,000 dollar AS (Rp7,8 miliar) pada November 2021. Tas itu menampilkan perangkat keras berlian dan sedikit lebih besar.

"Christie's mengadakan penjualan yang dimulai pada 3 November, mencakup tas Himalaya Sellier Kelly 25 yang juga diproduksi tahun ini," kata seorang perwakilan. Ini sekaligus membuktikan bahwa Hermes bukan hanya barang mewah yang semakin populer, tetapi juga sangat menjanjikan untuk dijadikan sebagai investasi yang bernilai. (tim redaksi)

#tashermes
#rumahmodehermes
#parisprancis
#hermes
#barangmewah
#tasmewah
#investasi

Tidak ada komentar