Breaking News

Harga Kontainer Ambrol ke Titik Terendah, Cermin Kelesuan Ekonomi Dunia

Tumpukan peti kemas. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Kelesuan perekonomian dunia sudah menjadi perbincangan serius antarpemimpin negara dan lembaga internasional. Dana Moneter Internasional (IMF) menemukan, bahwa sepertiga ekonomi di dunia telah mengalami resesi atau pertumbuhan negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas mengatakan, ekonomi global terus menghadapi tantangan berat, akibat invasi Rusia ke Ukraina. Krisis biaya hidup karena tekanan inflasi yang terus-menerus dan meluas, serta perlambatan di Tiongkok menjadi pemicunya.

"Perlambatan 2023 akan berbasis luas, dengan negara-negara yang menyumbang sekitar sepertiga dari ekonomi global siap untuk berkontraksi tahun ini atau tahun depan," papar Gourinchas, dalam konferensi pers WEO, dikutip Kamis (13/10/2022). Gourinchas memperkirakan tiga ekonomi terbesar, Amerika Serikat, Tiongkok, dan kawasan Eropa akan mengalami tekanan.

Secara keseluruhan, lanjutnya, guncangan tahun ini akan membuka kembali luka ekonomi yang baru sembuh sebagian pascapandemi. Hal tersebut berimbas pada lesunya perdagangan antarnegara. 

Ini tercermin dari harga sewa kontainer ukuran 40 kaki, untuk pengapalan barang ekspor-impor yang kembali jatuh ke titik terendah. Berada pada satu persen di bawah harga rata-rata selama lima tahun terakhir.

Data Drewry's Composite World Container Index menunjukkan, penurunan sebesar 8% menjadi USD3,688.75 per kontainer pekan kemarin. 

Ini adalah penurunan ke-32 minggu berturut-turut dan level harganya ambrol 64% di bawah pekan yang sama tahun lalu. Kenaikan atau penurunan harga sewa kargo ikut menggambarkan situasi perdagangan dunia saat ini. 

Penurunan harga, memang bisa terjadi akibat persediaan kapal yang sedikit, tetapi dalam kondisi ekonomi yang tak menentu seperti saat ini, itu karena minimnya permintaan ekspor impor. Penurunan harga sewa terjadi di hampir semua pelabuhan utama dunia. 

Utamanya Tiongkok, yang menjadi motor perdagangan dunia. Harga sewa untuk sewa kontrainer Shanghai - Rotterdam drop 13% menjadi USD4,724. Tingkat harga di pasar spot untuk jalur Shanghai - Los Angeles turun 9% to USD2,995. 

Tarif untuk Shanghai - Genoa dan Shanghai - New York masing-masing turun 6% dan 5%. Sebatas informasi, total pesanan baru peti kemas pada 2021 justru menjadi yang paling bersinar.

Saat pandemi COVID-19 berlangsung, justru permintaan peti kemas mencapai 7,18 juta TEUs. Ini adalah rekor baru dalam sejarah industri.

Angka itu juga tumbuh 62 persen dari rekor sebelumnya pada 2012 dan tumbuh 130% dari tahun 2020. Rekor produksi peti kemas sejalan dengan rekor harganya yang melonjak. 

Menurut Drewry, justru rekor harga tahun lalu mencapai USD4.000/ TEU. Namun, pada 2022, baik jumlah produksi maupun harga mengalami penurunan signifikan.

“Masa puncaknya sudah lewat. Jumlah pesanan tahun ini turun drastis beserta harganya,” ungkap Drewry. Berdasarkan data Triton International (NYSE:TRTN) dan Texktainer (NYSE:TGH), dua perusahaan lessor container dunia, bahwa harga peti kemas baru menurun sekitar USD3.400/ TEU.

"Harga peti kemas baru menurun. Volume produksi tahun lalu sangat tinggi diperkirakan bisa atasi masalah container shortage. Permintaan produksi tahun ini menurun drastis. Ini berdampak pada penurunan harga,” ungkap Kepala Operasi Triton John O’Callaghan.

Ia menambahkan, tren penurunan (order pemesanan baru) dimulai sejak Q4 tahun lalu. Total pemesanan Q4 sebanyak 1,76 juta TEUs yang turun 14 persen dari 2,05 juta TEUs pada Q3. Beliau juga memperkirakan produksi tahun ini mencapai 4,5 juta – 4,8 juta TEUs yang turun 33 persen – 37 persen dari 2021. (tim redaksi)

#hargakontainer
#hargapetikemas
#penurunanpermintaan
#permintaankontaineranjlok
#perdaganganantarnegara
#eksporimporturun
#perangrusiaukraina
#ekonomilesu

Tidak ada komentar