Breaking News

Grup Salim Beli Tambang Bakrie Rp24 Triliun, Caplok BUMI Lewat Private Placement

Bos Grup Salim, Anthony Salim. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Grup Salim akan menjadi pemegang saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) lewat skema penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. 

Konglomerat Anthony Salim segera melakukan penerbitan maksimal 200 miliar saham biasa seri C dengan skema private placement senilai USD1,6 miliar (Rp24 triliun). 

BUMI sebelumnya telah menetapkan harga pelaksanaan private placement adalah Rp120 per saham atau senilai Rp24 triliun. Dalam informasi yang dirilis di website BUMI, dikutip Sabtu (8/10/2022), Anthony akan masuk ke BUMI dengan membeli 200 miliar saham BUMI lewat Mach Energy (Hong Kong) Limited (MEL) dan Treasure Global Investments Limited (TGIL).

Menurut dokumen tersebut, MEL merupakan badan hukum yang didirikan berdasarkan hukum Hong Kong dan beralamat di 24th Floor, Two Exchange Square, 8 Connaught Place, Central, Hong Kong. Sementara, TGIL merupakan badan hukum yang didirikan berdasarkan hukum Hong kong dan beralamat di Unit 1, 7/F, Tower 1, Enterprise Square, 9 Sheung Yuet Road, Kowloon Bay, Hong Kong.

Susunan pemegang saham MEL dan TGIL, diketahui adalah PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) dengan kepemilikan saham perusahaan sebesar 42,50%. BCI merupakan pihak dalam pengendalian oleh Kelompok Usaha Bakrie.

Pemegang saham kedua, Clover Wide Limited dengan kepemilikan saham sebesar 15%, merupakan pihak yang dikendalikan oleh Agoes Projosasmito. Agoes saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS), anak usaha BUMI.

Lalu, Mach Energy (Singapore) Pte. Ltd. juga menguasai saham MEL dengan kepemilikan saham sebesar 42,50%. Mach Energy (Singapore) merupakan pihak yang dikendalikan oleh Anthony Salim.

"MEPL merupakan perusahaan yang tergabung dalam kelompok usaha Salim,” kata dokumen terkait private placement tersebut. Lebih lanjut, PT Aswana Pinasthika Investasi dengan kepemilikan saham TGIL sebesar 16,15%, merupakan pihak yang dikendalikan oleh Agoes Projosasmito.

Mach Energy (Singapore) Pte. Ltd. yang dikendalikan Salim juga menguasai saham TGIL dengan kepemilikan saham sebesar 83,85%. Nantinya, MEL akan mengambil bagian atas sebesar 85% dari seluruh saham yang akan diterbitkan dalam PMTHMETD.

Sementara TGIL akan mengambil bagian atas sebesar 15% dari seluruh saham yang akan diterbitkan dalam PMTHMETD. "Khusus pemodal yang merupakan entitas Kelompok Usaha Bakrie, pemodal tersebut memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan, karena pemodal tersebut merupakan pihak terafiliasi dari pemegang saham pengendali perseroan,” jelas dokumen tersebut.

Menanggapi kabar tersebut, Direktur dan Sekretaris BUMI Dileep Srivastava mengatakan, manajemen BUMI menyambut para pemegang saham baru di Bumi Resources. 

"Kami menyambut para pemegang saham di keluarga Bumi. Mari kita tunggu hasil RUPSLB 11 Oktober 22 agar bisa memberikan komentar yang berarti. Untuk sementara jangan berspekulasi," kata Dileep, terpisah.

Sebagai informasi, demi melakukan pelunasan utang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada 2016, BUMI lewat penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai Rp24 triliun (USD1,6 miliar). 

Saat ini, utang BUMI senilai USD4,3 miliar direstrukturisasi berdasarkan putusan pengesahan perdamaian (homologasi) pasca-PKPU sejak 2017 silam.

Untuk mengegolkan aksi korporasi tersebut, emiten pemilik cadangan batu bara terbesar di RI tersebut akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 11 Oktober pekan depan. (tim redaksi)

#bumi
#grupsalim
#ptbumiresourcestbk
#privateplacement
#skemapenambahanmodaltanpahakmemesanefek
#rupslb
#emitenbatubara
#anthonysalim

Tidak ada komentar