Breaking News

Geram dengan Polisi, Publik Bikin Petisi Stop Pemakaian Gas Air Mata

Penggunaan gas air mata di Kanjuruhan (net) 

WELFARE.id-Geram dengan protokol kepolisian yang semena-mena menggunakan gas air mata saat menangani kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang , muncul petisi permintaan penghentian penggunaan gas air. 

Kelompok yang menamakan diri Blok Politik Pelajar itu membuat sebuah petisi di laman Change.org meminta agar polisi berhenti menggunakan gas air mata. Petisi itu diberi judul "Kepolisian Harus Stop Penggunaan Gas Air Mata!" "Memulai petisi ini kepada Listyo Sigit Prabowo (Kepala Kepolisian Republik Indonesia)," tulis Blok Politik Pelajar dalam situs change.org dikutip Rabu (5/10/2022) 

Blok Politik Pelajar yang mengklaim sebagai wadah perkumpulan anak muda yang bergerak di bidang demokrasi dan hak asasi manusia, menuntut kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, serta Direktur Utama PT Pindad agar tidak lagi memberikan kewenangan penggunaan gas air mata. 

Mulai dari tidak memproduksi, memperjualbelikan dan menggunakan gas air mata, apalagi digunakan untuk penanganan masa. 

Blok Politik Pelajar juga menjelaskan bahwa gas air mata, salah satunya adalah bahan kimia berbahaya CS Gas (2-chlorobenzylidine) yang mana membuat rasa terbakar pada mata, hidung dan tenggorokan. 

"Pernapasan pun jadi sulit akibat menghirupnya. CS Gas ini biasa digunakan untuk keperluan militer, penggunaannya secara masif pernah dilakukan saat perang Vietnam. Apakah Kepolisian mau berperang dengan warganya sendiri?," tulis mereka. 

"Peneliti dan aktivis hak asasi manusia juga memandang gas air mata melanggar  kebebasan pengunjuk rasa. Bahkan Amnesty Internasional menyimpulkan pengguna gas air mata dalam kasus tertentu masuk kategori penyiksaan," tulis Blok Politik Pelajar. 

Penggunaan gas air mata dalam rangka membubarkan massa yang tengah menyampaikan pendapat di muka umum (demonstrasi) dirasa sebagai bentuk penyalahgunaan hukum yang terlalu lama dibiarkan. Kebebasan berpendapat perlu dijamin tanpa perlu memakai gas air mata. 

Hastag #RefuseTearGas juga digaungkan, dan hingga berita ini diturunkan sudah ada 36.726 orang yang telah menandatangani petisi ini dari target 50.000. 

Blok Politik Pelajar juga mengungkapkan, gas air mata biasanya digunakan polisi untuk menangani massa. Dalam beberapa video yang beredar di media sosial, gas air mata juga mewarnai demonstrasi mahasiswa yang menuntut penolakan kebijakan yang tidak berpihak kepada kepentingan publik. 

"Seperti aksi #ReformasiDikorupsi, #TolakOmnibusLaw, #TolakRKUHP, dan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Terbaru, digunakan untuk menangani massa di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang berujung pada kematian ratusan orang," tulis mereka. (tim redaksi) 

#petisi
#changeorg
#petisistoppenggunaangasairmata
#gasairmata
#RefuseTearGas
#tragedikanjuruhan

Tidak ada komentar