Breaking News

Garuda Optimistis, Restrukturisasi Rampung Akhir Tahun Ini

Maskapai Garuda Indonesia. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menargetkan tahapan restrukturisasi bakal rampung akhir 2022 nanti. Hal tersebut sejalan dengan telah selesainya berbagai tahapan penting dalam misi restrukturisasi yang dijalankan. 

Antara lain, mencakup perolehan putusan homologasi atas rencana perdamaian dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), persetujuan atas rencana realisasi Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp7,5 triliun baik oleh lembaga legislatif hingga regulator terkait. Terakhir, terlaksananya persetujuan pemegang saham atas aksi korporasi Perseroan untuk rencana rights issue penambahan modal usaha.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, berbagai langkah strategis dalam mendukung percepatan pemulihan kinerja melalui misi restrukturisasi tersebut merupakan bagian transformasi kerja. 

"Guna menjadikan Garuda sebagai entitas bisnis yang semakin adaptif, agile (lincah), dan berdaya saing menghadapi outlook tantangan kinerja usaha ke depannya,” ujar Irfan dalam laporan tertulis, dikutip Sabtu (22/10/2022).

Menurutnya, prospek kinerja usaha yang ke depannya diyakini akan terus bertumbuh positif, khususnya melalui pengembangan pangsa pasar domestik. Ditambah dengan, peluang jaringan penerbangan kargo internasional dan lini pendapatan ancillary.

"Kami optimistis Garuda dapat terus berakselerasi dalam memanfaatkan momentum pemulihan kinerja menjadi perusahaan penerbangan dengan basis profitabiltas kinerja usaha yang lebih solid lagi,” jaminnya. Sejumlah strategi kinerja juga terus dioptimalkan di tengah masa pemulihan, di antaranya, melalui inisiatif fleet strategi. 

Garuda Indonesia menerapkan sejumlah program strategis melalui restrukturisasi kontrak sewa pesawat hingga renegosiasi biaya sewa pesawat, simplifikasi jenis armada hingga sinergi perluasan konektivitas udara antara Garuda Indonesia dan Citilink. Lebih lanjut, Perseroan juga melakukan pendekatan finansial strategis. 

Di antaranya pengoptimalan tahapan PKPU, efisiensi biaya berbasis cost leadership, sekaligus supporting strategy melalui streamlining organisasi, pengembangan portofolio bisnis anak usaha Garuda Indonesia Group, hingga culture transformation. 

Melalui berbagai langkah strategis yang terus dijalankan dalam menunjang pemulihan kinerja, pihaknya mulai menunjukkan performa positif. 

Hal itu tercermin dari catatan laba bersih sebesar USD3,76 miliar. Di mana pendapatan tersebut selain dikontribusikan oleh pendapatan usaha yang meningkat hingga 26.10 persen dibarengi dengan penyusutan beban usaha 11.71 persen. 

Hasil restrukturisasi keuangan juga dicatatkan pada laba buku perusahaan. Sementara itu, secara grup juga turut mencatatkan pertumbuhan penumpang sebesar 10,59 persen atau 6.516.555 penumpang dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu 5.892.274 penumpang. 

Adapun permintaan penumpang jelang kuartal IV juga tumbuh positif berkisar di angka 84 persen dari total ketersediaan kursi di periode akhir tahun yaitu sedikitnya 2,7 juta kursi. 

Outlook kinerja positif tersebut turut bertepatan dengan momentum putusan Mahkamah Agung (MA)  yang menolak pengajuan kasasi dari Greylag Goose Leasing 1410 Designated Acitivty Company dan Greylag Goose Leasing 1446 Designated Acitivty Company mengacu pada pengumuman website MA pada 26 September 2022 lalu.

“Pengumuman putusan MA terkait penolakan atas pengajuan kasasi lessor tersebut semakin mempertegas komitmen Perseroan untuk memastikan langkah akseleratif kinerja turut memiliki landasan hukum yang solid dengan senantiasa mengedepankan asas kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. 

Lebih lanjut, kami juga akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait dalam menindaklanjuti putusan resmi yang akan disampaikan oleh otoritas hukum terkait,” janjinya lagi. (tim redaksi)

#garudaindonesia
#restrukturisasi
#transformasigaruda
#landasanhukum
#maskapaipenerbangan
#restrukturisasikeuangan

Tidak ada komentar