Breaking News

Fibrosis Paru Bikin Sesak Napas dan Batuk Kering, 6 Makanan Ini Bisa Bersihkan Organ Pernapasan

Rontgen paru-paru. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Paru-paru merupakan organ penting tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida. Jika organ ini sudah terkontaminasi racun atau partikel yang tidak sehat, dapat timbul penyakit mulai dari infeksi saluran pernapasan, hingga penyakit paru obstruktif kronik.

Fibrosis paru merupakan kerusakan yang terjadi pada bagian paru-paru yang menyebabkan kesulitan untuk bernafas. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja untuk itu sebaiknya ketahui penyebab dan cara cara mencegahnya.

Kerusakan paru-paru ini terbentuk karena karena adanya luka pada jaringan parut. Jaringan ini juga akan menebal dan mempersulit jalannya pernapasan. 

Kantung udara yang terdapat di paru-paru umumnya tipis dan berenda. Namun pada fibrosis paru, jaringan tersebut menebal, parut, dan kaku.

Karena terlalu kaku, ketika bernafas paru-paru sulit mengembang dan mengempis. Akibatnya penderita harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk bernapas. 

Tak jarang penderita fibrosis paru mengalami sesak napas. Gejala fibrosis paru berbeda-beda setiap orang. 

Ada beberapa kasus yang lebih parah tetapi ada gejala bertahap sampai berbulan-bulan. Secara umum gejala fibrosis paru dapat diketahui dari napas pendek hingga sesak napas, meski melakukan kegiatan ringan lalu, nyeri otot dan sendi.

Serta batuk kering dan penurunan berat badan yang tidak jelas. Umumnya penyebab fibrosis paru juga diiringi dengan penyakit lainnya seperti autoimun yang meliputi lupus, sindrome sjogren, scleroderma dan rheumatoid arthritis.

Selain itu fibrosis paru juga bisa disebabkan karena bekerja ditempat yang terpapar asbes, batu bara, debu, dan jamur. 

Berhenti merokok dan hindari juah-jauh orang yang sedang merokok, lalu menggunakan masker jika sedang berada di lokasi rawan virus, debu, asbes dan daerah poluta. Melakukan latihan pernapasan dengan rutin berolahraga serta melakukan vaksin. 

Makanan pembersih paru-paru

1. Paprika

Paprika merupakan salah satu makanan yang mengandung banyak vitamin C. Melansir Healthline, Sabtu (8/10/2022), mengonsumsi satu paprika merah ukuran sedang (119 gram) dapat menyediakan hingga 169 persen dari angka kecukupan gizi vitamin C.

Bagi perokok, mengonsumsi paprika sangat disarankan karena dapat menambah 35 mg vitamin C per hari. Pasalnya, banyak penelitian yang menunjukkan perokok dengan asupan vitamin C yang tinggi memiliki fungsi paru-paru yang lebih baik dari mereka yang memiliki asupan vitamin C yang lebih rendah.

2. Tomat

Mengonsumsi tomat dapat meningkatkan kesehatan paru-paru. Hampir sama dengan paprika, tomat juga memiliki kandungan vitamin C yang cukup banyak. 

Tomat juga menjadi sumber makanan yang kaya akan likopen dan antioksidan karotenoid. Sebuah data penelitian 2017 menunjukkan dengan mengonsumsi tomat dapat mengurangi peradangan saluran pernapasan bagi penderita asma dan meningkatkan fungsi paru-paru pada penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).

3. Apel

Sebuah penelitian menunjukkan, memakan apel secara teratur bisa membantu meningkatkan fungsi paru-paru. Rutin mengonsumsi lima apel atau lebih selama seminggu juga dapat menurunkan risiko PPOK.

Manfaat lainnya, apel diyakini bisa menekan risiko asma dan kanker paru-paru. Hal ini terjadi karena tingginya konsentrasi antioksidan dalam apel, termasuk kandungan flavonoid dan vitamin C.

4. Labu

Warna kuning yang ada dalam daging labu mengandung berbagai senyawa tanaman yang bisa meningkatkan kesehatan paru-paru dan kaya akan senyawa karotenoid yang semuanya memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat. Studi menunjukkan, kadar karotenoid dalam darah yang tinggi dapat membuat kinerja paru-paru menjadi lebih baik. 

Mengonsumsi makanan ini sangat dianjurkan bagi perokok untuk menormalkan kembali kinerja paru-paru. Pasalnya, mereka mempunyai konsentrasi antioksidan karotenoid 25 persen lebih rendah sehingga dapat membahayakan kesehatan sistem pernapasan seperti paru-paru.

5. Teh hijau

Jenis teh ini memiliki kandungan Epigallocatechin Gallate (EGCG), senyawa yang bekerja sebagai antioksidan dan antiinflamasi untuk menghambat fibrosis paru dan jaringan parut (luka). Fibrosis paru merupakan penyakit yang ditandai dengan jaringan parut progresif yang mengganggu fungsi paru. 

Menurut sebuah studi kecil tahun 2020 menunjukkan pengobatan ekstrak EGCG selama 2 minggu dapat mengurangi gejala fibrosis.

6. Kunyit

Kunyit memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi. Selain itu, komponen aktif dalam kunyit dapat memberikan efek baik untuk mendukung fungsi paru-paru. 

Hal ini membuat kunyit kerap dijadikan salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Sebuah penelitian kesehatan yang terbit pada Desember 2012 dengan 2.478 orang membuktikan asupan kunyit dapat meningkatkan performa paru-paru. 

Seorang perokok yang memiliki asupan kurkuma yang tinggi memiliki fungsi paru yang lebih baik dibanding mereka yang memiliki asupan kurkuma yang rendah. (tim redaksi)

#fibrosisparu
#penebalandindingparu
#perokok
#kebiasaanmerokok
#terkenapolutan
#debu
#sesaknapas
#batukkering

Tidak ada komentar