Breaking News

Eropa Kuras Tangki Gas untuk Lewati Musim Dingin Tahun Ini, Krisis Energi Diprediksi Makin Parah 2023

Musim dingin di Eropa. Foto: Ilustrasi/ Getty Images

WELFARE.id-Musim dingin tahun ini tidak akan menyenangkan bagi masyarakat di Eropa. Krisis energi yang tengah dihadapi Eropa membawa kekhawatiran besar.

Kepala Badan Energi Internasional Fatih Birol mengatakan, Eropa kemungkinan akan menghadapi krisis energi yang lebih parah tahun depan. Sebab, untuk melewati musim dingin tahun ini saja, sejumlah negara Eropa harus rela menguras tangki gas alam mereka.

Negara-negara Eropa telah mengisi tangki penyimpanan gasnya hingga 90 persen dari kapasitas mereka, setelah Rusia memotong pasokan gas sebagai tanggapan terhadap sanksi Barat yang dijatuhkan atas invasi Moskow ke Ukraina. "Dengan penyimpanan gas hampir 90 persen, Eropa akan bertahan pada musim dingin mendatang dengan hanya beberapa memar selama tidak ada kejutan politik atau teknis," paparnya, melansir Reuters, Jumat (7/10/2022).

Kini, negara-negara di kawasan Eropa saling bersaing untuk membeli gas alam cair (LNG). Untuk mengatasi rasa sakit akibat lonjakan harga gas, Uni Eropa sedang mempertimbangkan pembatasan harga, sebuah masalah yang telah memecah blok 27 negara itu, karena beberapa negara khawatir pembatasan harga gas dapat mempersulit pasokan.

Eropa yang secara historis mengandalkan Rusia untuk memenuhi sekitar 40 persen kebutuhan gas alamnya, akan mulai menghadapi tantangan pada bulan Februari atau Maret tahun depan ketika kawasan itu perlu mengisi ulang penyimpanan gasnya. Musim dingin telah menguras penyimpanan gas Eropa sekitar 25 hingga 30 persen.

Pemerintah Eropa telah berupaya untuk melindungi konsumen dari dampak kenaikan harga yang tinggi. Hingga perang Ukraina pecah pada akhir Februari, pipa Nord Stream 1 di bawah Laut Baltik dari Rusia ke Jerman merupakan salah satu sumber utama gas Eropa.

Nord Stream 1 terdiri dari dua jalur terpisah seperti halnya Nord Stream 2, namun tidak pernah diizinkan untuk mengirim pasokan gas ke Eropa karena Jerman menangguhkan otorisasi sebelum Rusia menginvasi Ukraina. Tiga dari empat saluran telah dinonaktifkan oleh apa yang dikatakan pihak Barat dan Rusia sebagai "sabotase" yang menyebabkan kebocoran besar. (tim redaksi)

#pasokangas
#perangrusiavsukraina
#pipagas
#krisisenergi
#unieropa
#pembatasanpemakaiangas
#sabotase

Tidak ada komentar