Breaking News

Emiten TOWR Sukses Akuisisi Aset Fiber Optik Senilai Rp800 Miliar

Tower telekomunikasi. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Emiten penyedia infrastruktur telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang sebagian sahamnya dimiliki Grup Djarum, telah menyelesaikan pembelian aset fiber optik milik PT Alita Praya Mitra sepanjang 10.800 kilometer. Nilai transaksi setelah penyesuaian sebesar Rp800 miliar.

Fiber optik Alita menjadi pelengkap dari 110.000 kilometer fiber yang menghasilkan pendapatan yang telah dimiliki iForte. Fiber optik ini dapat menghasilkan pendapatan (revenue generating fiber) dengan nilai kontrak jangka panjang dan tidak dapat dibatalkan sebesar lebih dari Rp855 miliar.

Sekretaris Perusahaan Monalisa Irawan menyampaikan bahwa perseroan telah menyelesaikan perjanjian pengikatan jual beli fiber optik menyusul ditandatanganinya Akta Jual Beli (AJB) aset nomor 252 pada 30 September lalu. 

"Berdasarkan AJB, BIT, telah membeli aset fiber optik milik Alita dengan nilai transaksi setelah melakukan penyesuaian sebesar Rp800 miliar,” jelas Monalisa dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (22/10/2022). 

Sebagian besar aset fiber optik ini digunakan untuk melayani pengoperasian menara telekomunikasi milik XL Axiata dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) yang terletak di beberapa lokasi strategis, termasuk Surabaya, Solo, Malang, dan Bali.

“Berdasarkan AJB, BIT telah membeli aset fiber optik milik Alita dengan nilai transaksi setelah melakukan penyesuaian sebesar Rp800 miliar,” jelas Monalisa dalam keterangan tertulis, Senin (3/10/2022).

Dia menambahkan, transaksi antara perseroan dan Alita terjadi sejak kedua belah pihak menandatangani perjanjian pengikatan jual beli aset fiber optik pada 4 Agustus 2022. 

Di samping melangsungkan transaksi jual beli fiber optik, pada saat itu diteken pula perjanjian jaminan perusahaan oleh anak usaha TOWR yang lain, yaitu PT iForte Solusi Infotek (Iforte), sebuah perusahaan yang menjalankan bisnis fiber optik dan konektivitas.

Dalam hal ini, iForte memberikan jaminan kepada Alita atas pelaksanaan dari semua kewajiban BIT berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli. Seiring dengan tuntasnya transaksi jual beli antara BIT dan Akita pada 30 September 2022, transaksi tersebut tidak memiliki benturan kepentingan karena bukanlah transaksi afiliasi dan material.

"Informasi atau fakta material yang diungkapkan tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” jelas Monalisa. Sepanjang semester I-2022, Sarana Menara membukukan pendapatan Rp5,32 triliun, naik 34% dari periode sama tahun lalu Rp3,97 triliun. 

Beban pokok pendapatan perseroan juga naik menjadi Rp1,44 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,08 triliun. Kemudian dari sisi laba bruto melonjak jadi Rp3,87 triliun dari sebelumnya Rp2,88 triliun.

Sementara dari sisi laba usaha, perseroan membukukan sebanyak Rp3,22 triliun pada semester I-2022 atau lebih tinggi dari periode sama tahun sebelumnya Rp2,54 triliun. Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan berjumlah Rp2,033 triliun, naik tipis dari semester I-2021 sebesar Rp2,028 triliun.

Kenaikan itu dipicu biaya keuangan perseroan yang naik menjadi Rp1,21 triliun. Analis BCA Sekuritas Mokhammad Fakhrul Arifin juga merekomendasikan buy saham TOWR dengan target harga jangka panjang Rp2.200 per saham. 

Menurutnya, TOWR memiliki arus pendapatan yang solid dari aset menara telekomunikasi dan fiber optik. Kontrak sewa menara biasanya diperbaharui setiap sepuluh tahun, sementara fiber optik bisa lebih dari sepuluh tahun. 

Pada semester 1-2022, TOWR membukukan pendapatan dalam kontrak sebesar Rp65,2 triliun atau naik 3,2% dibanding akhir 2021. "Kenaikan ini menyiratkan permintaan untuk perpanjangan kontrak menara dan fiber masih terus meningkat," kata Fakhrul.

Kebutuhan kualitas jaringan di tengah digitalisasi juga masih berpotensi meningkatkan jumlah penyewaan ke depannya. Terlebih lagi, fiber optik memungkinkan jaringan berkualitas dengan latensi yang lebih rendah dan kecepatan yang konsisten. (tim redaksi)

#towr
#grupdjarum
#ptsaranamenaranusantaratbk
#digitalisasi
#emitenjasatelekomunikasi
#fiberoptik

Tidak ada komentar