Breaking News

Dugaan Korupsi Impor Garam Industri, Susi Penuhi Panggilan Jampidsus

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti setelah pemeriksaan di Kejaksaan (dok kejaksaan) 

WELFARE.id-Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung memeriksa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi impor garam industri, hari ini, Jumat, (7/10/2022). 

"Kita memanggil ibu Susi Pudjiastuti selaku mantan Menteri KKP. Untuk melengkapi alat bukti," kata Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidus), Kuntadi. 

Pemeriksaan terhadap Susi untuk melengkapi alat bukti, selaku mantan pejabat yang memiliki pemahaman terkait tata cara termasuk regulasi mekanisme impor garam. "Untuk menambah alat bukti dalam rangka penyidikan dan untuk mengetahui latar belakang regulasi dan mekanisme dalam menentukan kuota impor garam," terangnya. 

Susi Pudjiastuti tiba di Gedung Bundar sekitar pukul 09.00 WIB didampingi pengacaranya dan selesai sekitar pukul 14.47 WIB. Dia dicecar 43 pertanyaan dari penyidik. 

Usai diperiksa, Susi mengaku heran terhadap pemberitaan dirinya yang dipanggil terkait kasus impor garam oleh Kejagung. Menurut bos Susi Air ini, pemanggilan dirinya sebagai saksi adalah hal yang wajar. "Sebetulnya, namanya saya sebagai pejabat, ada kasus seperti ini dipanggil ya hal yang biasa tapi kawan-kawan kok rasanya heboh banget sih?" katanya. 

Dia mengatakan, sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, sudah seharusnya dia memenuhi panggilan Kejagung sebagai saksi. "Jadi ya untuk saya pribadi sebagai warga negara yang baik, patuh dan mengikuti hukum aturan yang ada di negeri kita, pada saat kita dibutuhkan kita sebagai saksi ya harus datang," ucapnya. 

Dia mengaku mengetahui soal produksi dan regulasi garam. Karena itu, dia ingin memberikan pandangan terkait kasus garam itu kepada Jaksa. "Sebagai seseorang yang pernah mengerti bagaimana itu garam yang diproduksi oleh para petani, dan mengerti sedikit tentang tata niaga regulasi ya tentu saya ingin berpartisipasi dalam ikut serta menjernihkan atau memberikan pendapat dan pandangan dan juga apa yang pernah saya ketahui sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan," tukasnya. 

Lebih lanjut, Susi mengatakan negara wajib melindungi petani garam. Cara melindungi petani garam itu, kata Susi, dengan memberikan harga yang stabil dan produksi yang baik. "Tapi tentu persoalan di Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah tentang perlindungan para petani garam yang memang diamanatkan dengan UU Nomor 7 Tahun 2016 yang diundangkan, di mana kita wajib melindungi petani garam. Melindungi petani garam dengan apa? ya dengan harga yang stabil dan baik, para petani berproduksi lebih baik, lebih banyak dengan harga yang terjamin di atas harga produksinya. Itu adalah kepentingan saya, kepentingan negara, kepentingan bangsa ini," tuturnya. 

Susi mengatakan, jika ada oknum yang ingin memanfaatkan regulasi niaga soal garam ini tentu harus dihukum. Dia meminta agar pelaku dihukum setimpal. "Yang terakhir, saya ingin kalau ada orang-orang yang ingin memanfaatkan tata regulasi niaga dalam hal perdagangan yang bisa merugikan para petani ya tentunya itu harus mendapatkan atensi dan tentunya ya hukuman yang setimpal," jelasnya. 

Posisi kasus ini tahun 2018 terdapat 21 perusahaan importir garam yang mendapat kuota persetujuan impor garam industri sebanyak 3.770.346 ton atau dengan nilai sebesar Rp2 triliun tanpa memperhitungkan stok garam lokal dan stok garam industri yang tersedia sehingga mengakibatkan garam industri melimpah. 

Para importir kemudian mengalihkan secara melawan hukum peruntukan garam industri menjadi garam konsumsi dengan perbandingan harga yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan kerugian bagi petani garam lokal dan kerugian perekenomian Negara. 

Kejaksaan belum menetapkan tersangka dalam perkara ini, begitu pula dengan kerugian negara sedang dilakukan perhitungan. (tim redaksi) 

#kejaksaan
#kejaksaanri
#menterikkp
#susipudjiastuti
#susipudjiastutidiperiksa
#korupsigaramimpor
#garamimpor

Tidak ada komentar