Breaking News

Dokter Spesialis Lakukan Penelitian pada Atlet Esport

Ilustrasi (net) 

WELFARE.id-Beberapa tahun belakangan tren esport terus berkembang. Bahkan saat ini banyak kejuaraan yang digelar baik tingkat nasional maupun internasional. 

Kondisi kesehatan atlet esport perlu jadi perhatian jika ingin Indonesia bisa bersaing di dunia games. Sebab seperti atlet olahraga lainnya, atlet esports juga rentan mengalami cedera. 

Apalagi, esport jadi salah satu cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada Olimpiade 2028 mendatang. 

Inilah sebabnya dokter spesialis kedokteran olahraga akan lakukan penelitian seputar kondisi para atlet esports maupun gamer rekreasi atau masyarakat umum yang bermain game, untuk memotret kondisinya karena aktivitas bermain game. 

"Jadi nanti ada kategorinya ada kondisi kesehatan khusus atlet esport, ada gamer rekreasi dari masyarakat umum, dari anak-anak hingga usia produktif," ujar Peneliti sekaligus Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO di RSPI Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, dikutip Minggu (16/10/2022). 

Tidak hanya dirinya, dokter yang berpraktik di Sport Medicine Injury and Recovery Center (SMIRC) RS Pondok Indah Bintaro Jaya itu akan melibatkan dokter multidisiplin lain, agar dapat memotret kondisi gamer Indonesia dengan tepat dan komprehensif. 

"Kami menyadari pentingnya penanganan yang cepat dan tepat pada cidera olahraga, tidak terkecuali di bidang esport. Hal ini krusial agar kondisi cidera tidak semakin memburuk, atau bahkan menimbulkan cidera lanjutan di masa yang akan datang," tandasnya. 

Data dr. Antonius, mencatat 10 besar keluhan cedera terbanyak yang dialami oleh pemain esports antara lain keluhan di jari, tangan, pundak, leher. "Peningkatan keluhan sakit di antara pemain esports dikarenakan kesalahan postur dan intensitas permainan,” tuturnya. 

Adapun penelitian esports medicine & science ini bekerjasama dengan Coda Indonesia, yang terlibat dalam ekosistem industri game, dengan tujuan atlet esport Indonesia mampu berkiprah di dunia internasional. 

"Kami berharap melalui penelitian dan program yang kami lakukan, kami dapat memberikan rekomendasi serta mengedukasi publik mengenai bagaimana bermain game secara sehat, aman, seimbang, dan produktif," kata Direktur Hubungan Eksternal Coda Indonesia, Rurie Wuryandari. 

Dia berharap, setelah penelitian ini bisa menyusun dan memberikan rekomendasi kegiatan agar pemain game dan esports dapat meminimalisir cedera dan potensi kerusakan saraf di masa mendatang. (tim redaksi

#esport
#esportindonesia
#penelitianatletesport
#penelitian
#penyakitpadaatletesport

Tidak ada komentar