Breaking News

Ditemukan 3 Zat Kimia Ini dalam Obat Batuk Sirup, Moeldoko Segera Panggil Menkes

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Foto: Istimewa/ Dok.KSP

WELFARE.id-Masalah obat batuk sirup yang diduga menjadi biang keladi jatuhnya korban jiwa gangguan ginjal akut anak kian mengkhawatirkan. Data terakhir menunjukkan, telah ditemukan 206 kasus gagal ginjal akut pada anak di 20 provinsi dengan angka kematian mencapai 99 anak.

Tak ingin kekhawatiran masyarakat berlanjut, Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko langsung ambil langkah proaktif. Ia bakal segera berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin terkait langkah-langkah tindak lanjut terhadap kasus gagal ginjal akut pada anak yang belakangan merebak.

Moeldoko mengaku selama ini baru membaca perkembangan kasus tersebut dari media saja. "Nanti saya segera komunikasi dengan Menkes ya langkah-langkahnya seperti apa, aku juga baru baca di media. Tapi ini sebuah isu yang perlu disikapi memang, karena ini kan membingungkan masyarakat," ucapnya, dikutip Jumat (21/10/2022).

Ia menambahkan, masyarakat berhak dan perlu diberi klarifikasi serta penjelasan mengenai obat-obatan apa saja yang perlu mendapat perhatian khusus berkenaan dengan maraknya kasus gagal ginjal akut pada anak ini. "Sehingga masyarakat tidak bisa sembarangan. Makanya kita (akan) komunikasikan ke Menkes untuk kasih penjelasan kepada publik. Dan masyarakat supaya tidak bingung. Kalau bingung masih oke, kalau salah memilih dan digunakan kan bahaya," ungkapnya.

Sebelumnya, Menkes sudah sempat menyampaikan hasil penelitian yang menemukan adanya tiga zat berbahaya dalam obat-obatan sirup yang dikonsumsi pasien anak gagal ginjal akut. Yaitu, ethylene glycol (EG), diethylene glycol (DEG), dan ethylene glycol butyl ether (EGBE).

Budi menyebut, ketiga zat kimia itu seharusnya tidak ada dalam obat-obatan sirup. Kalaupun ada, harus sangat sedikit kadarnya.

Ia juga sempat menjabarkan, saat ini jumlah anak usia di bawah lima tahun yang teridentifikasi mengalami gagal ginjal akut sudah mencapai 70-an per bulan. "Balita yang teridentifikasi gagal ginjal akut mencapai 70-an per bulan, realitasnya pasti lebih banyak dari ini. Dengan laju angka kematian mendekati 50 persen," bebernya. (tim redaksi)

#gagalginjalakutpadaanak
#obatbatuksirup
#kandunganzatkimia
#kandunganzatberbahaya
#lajukematian
#kematianpadaanak
#kepalastafkepresidenan
#moeldoko
#menkesbudigunadisadikin

Tidak ada komentar