Breaking News

Dipicu Kenaikan BBM, Inflasi RI YoY Naik 5,95%

Petugas SPBU mengganti harga Pertalite usai pengumuman kenaikan BBM, beberapa waktu lalu. Foto: Ilustrasi/ Antara

WELFARE.id-Setelah mencatat penurunan harga (deflasi) pada Agustus 2022 sebesar 0,21% dibanding bulan sebelumnya, Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan harga (inflasi) pada September 2022. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, IHK pada bulan laporan sebesar 112,87, atau mengalami inflasi sebesar 1,17% secara bulanan alias month on month (MoM). 

Sedangkan secara tahunan, inflasi tercatat 5,95% year on year (YoY). Bila dihitung sejak awal tahun berada di level 4,84%.

Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan, peningkatan inflasi pada bulan September 2022 ini didorong oleh peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) dan transportasi.  

"Penyumbang utama inflasi di antaranya berasal dari kenaikan bensin, tarif angkutan dalam kota, beras, solar, tarif angkutan antarkota, kendaraan online, dan bahan bakar rumah tangga (BBRT),” tutur Kepala BPS Margo Yuwono dalam pembacaan inflasi September 2022, dikutip Selasa (4/10/2022).

Dari 90 kota yang dipantau BPS, sebagian besar kota mengalami inflasi, yaitu sebanyak 88 kota. Inflasi tertinggi tercatat di kota Bukittinggi, yaitu sebesar 1,87% MoM . 

Komoditas yang menyulut inflasi di Bukittinggi adalah bensin dengan andil 0,81%, beras dengan andil 0,35%, angkutan dalam kota dengan andil 0,18%, dan angkutan antarkota yang memberi andil 0,09%. Sebaliknya, ada dua kota mengalami deflasi. 

Dengan deflasi tertinggi ada di kota Manokwari sebesar 0,64% MoM dan deflasi terendah adalah Timika dengan deflasi sebesar 0,59% MoM. Ia juga mengatakan, inflasi pada September 2022 ini merupakan yang tertinggi sejak Desember 2014, sebesar 2,46% MoM juga disebabkan kenaikan harga BBM pada November 2022. (tim redaksi)

#inflasiseptember2022
#databps
#badanpusatstatistik
#imbaskenaikanbbm
#deflasi
#pertumbuhanekonomi
#indekshargakonsumen

Tidak ada komentar