Breaking News

Dikawal Puluhan Petugas, Eksekusi Lahan Milik UIN Syarif Hidayatullah di Ciputat Timur Lancar

Eskavator dikerahkan untuk eksekusi 6 bidang lahan negara milik UIN Syarif Hidayatullah. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah berkekuatan hukum tetap,  Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang mengeksekusi pengembalian 6 bidang tanah negara yang berlokasi di Puri Intan, Ciputat Timur. 

Eksekusi lahan yang ditempati orang yang tidak berhak itu dilakukan untuk dikembalikan kepada negara atau Kementerian Agama (Kemenag) yang akan diperuntukkan bagi pembangunan gedung kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Eksekusi itu merupakan tindaklanjut dari eksekusi yang terdahulu dan dilakukan terhadap tanah-tanah yang telah disita serta dititipkan kembali kepada para pihak yang saat ini menguasai tanah tersebut.

Lahan itu antara lain dieksekusi dari Wayong, Amirurrasyid Arifin, Asni Oscar, Syamsidar, Ely dan Elvi Husna dengan total luas 3.600 meter persegi.

Ketua Tim Kuasa Hukum Universitas Islam Syarif Hidayatullah, Sulaiman N Sembiring mengatakan Rektor UIN Jakarta dan juga Kepala Kejari Kota Tangerang selaku institusi yang memiliki tanggung jawab melakukan eksekusi berpesan dilakukannya dengan humanis. 

Ia menuturkan dalam rapat koordinasi antar instansi yang dihadiri Kejari Kota Tangerang, Polres Kota Tangerang Selatan dan Polsek Ciputat Timur, Kodim 0506 dan Koramil Ciputat, Satpol PP Kota Tangsel serta Camat Ciputat Timur dan Kelurahan Pisangan, pada Kamis (13/10/2022), disepakati perlunya dialog dan musyawarah khususnya sebelum hari eksekusi antara UIN Jakarta selaku pemohon eksekusi dengan warga yang menguasai tanah negara yang akan dieksekusi tersebut.

"Dalam rakor antar instansi tersebut juga ditegaskan bahwa apabila pada 20 Oktober 2022 saat eksekusi dilakukan masih ada warga yang menolak untuk dieksekusi maka tidak ada lagi dialog dan upaya paksa harus dilakukan," ujar Sulaiman melalui keterangan resminya, Jumat (21/10/2022).

Sulaiman menambahkan terdapat 4 warga yang bersedia menandatangani berita acara serah terima/BAST tanah negara tersebut yaitu Elvi Husna, Perwakilan Syamsidar, Amirrurasyid dan yang menguasai tanah Wayong yaitu Bambang Sugiharso pada 10 Oktober 2022. 

Mereka kemudian meminta kelonggaran waktu untuk membongkar sendiri rumah mereka dengan batasan waktu tanggal 15 Desember 2022. 

Eksekusi tanah negara pada 20 Oktober 2022 mendapat pengamanan dari jajaran Polres Kota Tangsel dan Polsek Ciputat Timur, Kodim 0506 Tangerang dan Koramil Ciputat, serta sejumlah tenaga pengaman dari Satpol PP Kota Tangerang Selatan.

Sementara itu, jaksa eksekutor yang dipimpin oleh Chandra Kirana menyatakan usai dieksekusi nanti tanah tersebut akan dipasang plang yang menyatakan bahwa tanah tersebut adalah tanah milik pemerintah Republik Indonesia Cq. Kementerian Agama.

Adapun bagi pihak-pihak maupun yang mengaku kuasa hukum dari tereksekusi, apabila tidak menerima atau menolak eksekusi yang dilakukan oleh Kejari Kota Tangerang, dipersilakan mengambil langkah-langkah hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku. 

Sedangkan Kabag Umum Biro AUK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan/atau Sekretaris Tim Percepatan Penyelesaian Aset UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Imam Thobroni, mengatakan bahwa eksekusi pengembalian tanah negara ini merupakan kelanjutan eksekusi yang dilakukan sebelumnya pada 12 Desember 2019. 

Ia menyampaikan UIN Jakarta selaku perpanjangan Kementerian Agama membutuhkan lahan untuk pembangunan kampus dan gedung yang berkaitan dengan kegiatan perkuliahan. (tim redaksi)


#eksekusi
#lahannegara
#uinsyarifhidayatullah
#tanahnegara
#ciputattimur
#kotatangsel
#polrestangsel

Tidak ada komentar