Breaking News

Diduga Penyebab Gangguan Ginjal Akut dari Bahan Pembentuk Obat Sirup, 15 dari 18 Obat Mengandung DEG dan EG

Obat sirup. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Penyakit gangguan ginjal akut misterius pada anak yang mencuat di Gambia dan Indonesia masih terus diselidiki penyebabnya. Indonesia kini telah mencatat 206 kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak, dengan sebagian besar pasien berusia di bawah lima tahun. 

Mengingat hingga kini belum ada kepastian terkait penyebab kasus tersebut, Kementerian Kesehatan RI mengimbau tenaga kesehatan dan apotek untuk menyetop penjualan obat dalam bentuk sirup. 

"Untuk meningkatkan kewaspadaan dalam rangka pencegahan, kementerian kesehatan sudah meminta kepada seluruh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara ini tidak meresepkan obat-obat atau memberikan obat-obat dalam bentuk sediaan cair atau sirup sampai hasil penelusuran dan penelitian tuntas," tegas juru bicara Kemenkes RI dr Mohammad Syahril dalam konferensi pers virtual terkait "Perkembangan Acute Kidney Injury" di Indonesia, dikutip Kamis (20/10/2022).

Lebih lanjut, ia menegaskan, imbauan ini berlaku untuk semua jenis obat berbentuk cair atau sirup, bukan hanya parasetamol. Sebab, yang kini tengah ditelusuri dengan dugaan sebagai pemicu gangguan ginjal akut misterius bukanlah parasetamolnya, melainkan bahan pembentuk sirup.

"Sesuai dengan arahan yang dilakukan Jenderal Pelayanan Kesehatan, semua obat sirup atau obat cair. Saya ulangi, semua obat sirup atau obat cair. Bukan hanya parasetamol," tegasnya.

"Ini diduga bukan kandungan obatnya saja, tapi adalah suatu komponen lain yang menyebabkan itu bisa terjadi intoksikasi. Untuk sementara ini Kemenkes sudah mengambil langkah untuk menyelamatkan kasus lebih banyak, atau kematian berikutnya. Diberhentikan sementara penggunaannya sampai selesai penelitian dan penelusurannya," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI dr Dante Saksono menyebut, pihaknya sedang melakukan pengujian terhadap sejumlah obat sirup yang beredar di masyarakat. Pengujian ini dilakukan menyusul temuan kasus gagal ginjal akut misterius pada anak.

"Kita sudah mengidentifikasi 15 dari 18 obat yang diuji uji sirup masih mengandung etilen glikol," ujarnya saat ditemui di Hospital Expo PERSI, Jakarta, Rabu (19/10/2022). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan parasetamol tetap aman, sedangkan yang diwaspadai adalah etilen glikol dan dietilen glikol. 

Meski demikian, ia menganjurkan para orang tua agar membawa anak ke dokter jika mengalami sejumlah gejala untuk diberikan obat resep yang tepat. "Sementara masyarakat diimbau pergi ke dokter karena dokter akan memberikan obat racikan," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya Kemenkes memberhentikan sementara peredaran obat sirup dan meminta para tenaga kesehatan untuk tidak meresepkan obat dengan sediaan tersebut ke masyarakat. 

Imbauan itu disampaikan melalui surat edaran nomor SR.01.05/III/3461/2022. Kepala Biro Komunikasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi juga mengimbau seluruh produk obat dalam bentuk cair sementara sebaiknya tak digunakan. 

Hal ini sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah di tengah laporan kasus gagal ginjal akut yang terus meningkat. "Semua bentuk (obat) cairan atau sirup. Yang cair," tuntasnya. (tim redaksi)

#gangguanginjalakut
#kasusgangguanginjalakutpadaaanak
#obatsirup
#etilenglikol
#dietilenglikol
#obatsirupdistopdijual
#peredaranobatsirpdistop

Tidak ada komentar