Breaking News

Didemo Massa KNPI, Polisi: Kasus Ade Armando terus Diselidiki

Aksi damai DPD KNPI Sumatera Barat di depan Mapolda Sumatera Barat, Kamis (6/10/2022). Foto: Istimewa

WELFARE.id-Meski terkesan lambat lantaran sudah dilaporkan sejak tahun 2000 lalu, tapi ternyata penyelidikan kasus dugaan penghinaan terhadap orang Minang dipastikan terus berjalan. Kasus ini melibatkan pegiat media sosial, Ade Armando.

”Kasus penyelidikan terus berjalan, kita tidak pernah menghentikan kasusnya” kata Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Sumatera Barat (Sumbar) Kompol Arie Sulistyo Nugroho, Sabtu (8/10/2021).

Pernyataan polisi itu merespons desakan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Barat (Sumbar) agar polisi mengusut tuntas kasus itu. Arie memastikan pihaknya pasti akan menindaklanjuti laporan soal Ade Armando.

Perwira menengah Polri itu juga mengatakan penyidik akan memanggil Ade Armando. Dia akan dimintai keterangan soal pernyataannya yang menyebut, orang Minang lebih kadrun dari pada kadrun.

Untuk diketahui ucapan itu disampaikan Ade di media sosial (medsos) pada 2020 lalu. Terkait ucapannya, Ade Armando yang juga dosen Universitas Indonesia (UI) itu dilaporkan Wendra Yunaldi, Koordinator Kuasa Hukum Badan Koordinasi Adat Nagari (Bakor KAN).

”Kami sudah mengirimkan undangan klarifikasi ke terlapor,” katanya juga.
Arie mengatakan pelapor selama ini tidak pernah menemui Polda Sumbar untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut.

Desakan KNPI muncul dalam aksi massa di Polda Sumbar, pada Kamis (5/10/2022). Mereka menuntut polisi bertindak tegas dan transparan dalam kasus Ade Armando.

”Kami hanya ingin tahu bagaimana perkembangannya saja, bagaimana kelanjutannya. Jika ada proses yang berlangsung tolong disampaikan. Jadi kami tahu bagaimana perkembangannya, kami hanya meminta Polda Sumbar transparan,” ujar Ketua OKK DPD KNPI Sumbar, Muhammad Fajri.

Pihaknya menuntut kasus tersebut segera diproses karena ini menyangkut harga diri masyarakat Minangkabau.

”Walaupun sudah ada proses dan penanganan, tapi kami menuntut agar prosesnya lebih dipercepat. Kami terus lakukan pengawalan, kami akan membela harga diri kami sebagai masyarakat Minangkabau,” cetusnya juga.  

Dia juga mengatakan pihaknya telah datang ke Mapolda Sumbar dengan aksi damai pada minggu lalu, untuk menuntut hal yang sama. Polda Sumbar, kata Fajri juga, menyampaikan akan memproses kasus ini, namun sampai saat ini tak kunjung terlihat.

Dalam aksi itu, massa KNPI turut membentangkan spanduk yang berisi tuntutan kepada Polda Sumbar. Tulisan di spanduk itu antara lain: 'Tangkap Ade Armando, Kami tidak Akan Berhenti Sebelum ditangkap' dan ’Tangkap Pemecah Belah Kesatuan'. Aksi damai itu lantas bubar dengan tertib usai mendapatkan penjelasan polisi. (tim redaksi)

#knpi
#dpdknpisumbar
#poldasumbar
#aksidamai
#adearmando
#ujarankebencian

Tidak ada komentar