Breaking News

Budaya Indonesia juga Bisa Jadi Modal Konten yang Amat Berharga Lho!

Ilustrasi (net) 

WELFARE id-Ragam kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa bisa menjadi modal untuk membuat konten yang bermanfaat di dunia pendidikan. Namun, dibutuhkan cara dan strategi yang tepat agar konten tersebut tepat sasaran dan berguna bagi audiens. Harus ada kesesuaian antara konten dengan pilihan platform media sosial yang digunakan. 

Pegiat media sosial Putra Tarigas; pegiat media komunitas dan Relawan TIK Akhmad Nasir menjelaskan, tiga prinsip penting dalam pembuatan konten. Ketiganya adalah informatif, menarik, dan relevan. Yang dimaksud informatif adalah konten harus memberi informasi yang berharga dan berguna bagi audiens. 

Untuk konten yang menarik berarti konten tersebut mampu menjaga perhatian audiens dari judul sampai akhir. Sementara yang dimaksud relevan adalah pentingnya mengetahui target audiens, tetapi memastikan konten yang dibuat relevan dengan audiens itu jauh lebih penting. “Untuk medium penyaluran konten di media sosial, pilihan jenis media sosial yang tepat. Apakah itu Twitter, Instagram, Facebook, YouTube, TikTok, dan lain sebagainya. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, bergantung seperti apa target dan tujuan konten itu dibuat,” ujarnya dalam webinar bertajuk "Ayo Cerdaskan Bangsa dengan Konten Pendidikan!" dikutip Senin (31/10/2022). 

Nasir menambahkan, tahapan membuat konten bisa diawali dengan menentukan topik atau bidang yang akan dipilih sebagai materi pembelajaran. Lalu, fokus dan kenali target audiens yang menjadi sasaran konten. Gunakanlah platform media sosial yang sesuai dengan isi konten. “Buatlah konten edukatif yang sesuai dengan karakter media sosial yang dipilih. Ingat, lakukan semua secara kontinyu dan konsisten,” ujarnya. 

Senada dengan Nasir, Relawan Mafindo Koordinator Wilayah Semarang Raya Fiskal Purbawan menambahkan, untuk membuat konten edukatif harus memuat ciri keunikan yang berbeda dengan konten sejenis yang pernah dibuat orang lain. Lalu, konten tersebut harus berprinsip menjadi sebuah solusi bermanfaat bagi audiens. Pembuat konten pun sebaiknya menjalin interaksi dengan audiens agar ada hubungan erat yang berkesinambungan. 

“Jangkaulah trending topic di media sosial. Dengan demikian, konten tersebut bakal lebih luas keterjangkauannya, demikian pula dengan aspek manfaatnya. Jangan mengejar kesempurnaan, yang terpenting berkreasi yang terbaik. Lalu, jadilah storyteller yang baik,” katanya. 

Dari sisi kekayaan budaya Indonesia, Fiskal Purbawan menambahkan, banyak sekali konten positif yang bisa dibuat bermodal kekayaan budaya di Indonesia. Ia mencontohkan ragam kuliner di Indonesia, budaya, adat-istiadat, kisah mistis, dan lain sebagainya. Ragam tersebut bisa dikemas menjadi konten yang menarik dan berguna untuk mengenalkan kekayaan Indonesia ke seluruh dunia. 

“Mari kita isi dunia digital sekarang ini dan menjadikannya sebagai ruang yang berbudaya. Tempat kita belajar dan berinteraksi, tempat anak-anak kita bertumbuh dan berkembang, sekaligus tempat di mana kita sebagai bangsa hadir bermartabat,” tukasnya. 

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif. Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0. (tim redaksi) 


#konten

#carabikinkonten

#kontenbudayaindonesia

#kontenkreator

#gerakannasionalliterasidigital

#kemenkominfo

Tidak ada komentar