Breaking News

Blibli Adu Untung di Lantai Bursa Berbekal Nama Besar Grup Djarum, Intip Kinerja Emiten Hartono Bersaudara di BEI

Grafik saham. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Grup Djarum kembali unjuk gigi di lantai bursa. Mereka muncul sebagai investor utama Blibli.com.

Di lantai BEI, BELI bukanlah emiten pertama yang berada di bawah kongsi Grup Djarum. Sebelumnya, perusahaan milik orang terkaya Indonesia, Hartono Bersaudara ini telah memiliki sejumlah emiten yang melantai di Pasar Modal. 

Emiten itu adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Sarana Menara Nusantara (TOWR), Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), dan PT Supra Boga Lestari Tbk (SUPR). Secara keseluruhan kinerja emiten di bawah Grup Djarum cukup menarik. 

Dengan merujuk harga saham pada penutupan perdagangan Jumat (14/10/2022) di Rp8.250, nilai kapitalisasi saham BCA sudah mencapai Rp1.017 triliun. Sepanjang 2022 nilai saham BBCA (ytd) telah naik 13,01 persen. 

Tak hanya BBCA, kapitalisasi untuk saham TOWR juga terbilang besar. Merujuk harga Rp1.175 pada perdagangan Jumat (14/10/2022) kapitalisasi emiten menara ini mencapai Rp59,94 triliun. 

Sedangkan kenaikan saham year to date adalah 4,64 persen.  Selanjutnya, saham SUPR merupakan emiten dengan kinerja moncer. 

Sepanjang 2022 harga saham SUPR telah naik sebanyak 149,92 persen dari Rp15.800 pada 3 Januari 2022 menjadi Rp38.675 pada penutupan perdagangan Jumat lalu. Dengan capaian itu, kapitalisasi SUPR di pasar modal saat ini mencapai Rp44 triliun. 

Berbeda dengan tiga emiten tersebut, emiten RANC justru mengalami penurunan harga 47,78 persen secara year to date. Sepanjang 2022 harga saham emiten supermarket itu telah turun dari Rp1.800 pada 3 Januari 2022 menjadi Rp940 pada penutupan perdagangan Jumat lalu. 

Sedangkan kapitalisasi pasar RANC di lantai bursa adalah Rp940. Seperti diberitakan sebelumnya, Blibli.com dipastikan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Initial Public Offering (IPO) dengan nama BELI pada 7 November 2022 mendatang. 

Corporate Secretary dan Investor Relation Blibli Erick Alamsjah Winarta memastikan, Grup Djarum selalu berkomitmen tinggi dan secara jangka panjang, dalam mendukung semua bisnis mereka di Indonesia termasuk di Blibli. 

Buktinya, lanjut Erick, struktur IPO yang sudah dibahas dalam prospektus menunjukkan, 17,77 miliar saham yang ditawarkan Blibli kepada publik adalah saham-saham baru. 

Sehingga, dipastikan bahwa Djarum tidak memiliki niatan untuk keluar dari jajaran investor Blibli usai nantinya melantai di bursa. Apalagi, saham yang ditawarkan itu merupakan saham baru yang merupakan Saham Biasa Atas Nama, dengan nilai nominal Rp250 per lembar sahamnya. 

Angka itu sebesar 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor oleh pemegang saham utama, di mana dalam hal ini adalah Djarum. "Jadi yang kita tawarkan itu semuanya adalah saham baru. 

Maka artinya, sponsor kami tidak berniat sama sekali untuk keluar (dari jajaran investor). Bahkan sponsor kami ini ingin berpartner dengan saham publik untuk berbagai ke depannya," ujar Erick.

Selama ini, Erick menilai bahwa pihak Djarum selalu berkomitmen terhadap perusahaan-perusahaannya yang telah melantai di BEI.

Merujuk pelaksanaan IPO dengan harga penawaran Rp460, BELI setidaknya akan mengantongi sebanyak Rp8,17 triliun. Sedangkan nilai kapitalisasi BELI yang akan dicatatkan Grup Djarum dari IPO BELI adalah Rp54 triliun. (tim redaksi)

#grupdjarum
#kinerjadilantaibursa
#bursaefekindonesia
#bei
#nilaikapitalisasi
#beli
#bliblicom
#ipo

Tidak ada komentar