Breaking News

Banten Digoyang Gempa Magnitudo 5,5, Getaran Dirasakan Warga Jakarta hingga Sukabumi

Gempa magnitudo 5.5 yang terjadi di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu sore (9/10/2022). Foto: BMKG

WELFARE.id-Gempa kembali terjadi di Provinsi Banten. Kali ini, guncangan gempa terjadi pada Minggu (9/10/2022) pukul 17.02 WIB. Tapi gempa kali ini tidak berpotensi tsunami.

Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menyebutkan pusat gempa berada di 26 kilometer (km) barat daya Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dengan kedalaman 12 km.

Guncangan gempa itu dirasakan pada sebagian wilayah Jakarta, Depok, dan sekitarnya, bahkan hingga Sukabumi. 

Menurut beberapa pengakuan warga, guncangan terasa di daerah Kuningan, Jakarta Selatan hingga Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel).

"Gonjangan gempa terasa sebentar. Seperti ada truk lewat," ujar Alfiyah, 25, salah satu warga Kota Tangsel. Gempa itu juga dirasakan oleh salah satu warga Bojongsari, Kota Depok. ”Bergoyang sebentar,” ujar Alya, 35. 

Gempa itu juga terasa beberapa detik itu juga dirasakan di wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat. ”Sempat terasa beberapa detik," kata Ayu salah satu narasumber yang tinggal di Sukabumi, Minggu (9/10/2022).

Menurut situs resmi BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Kendati begitu masih dimungkinkan adanya gempa susulan yang akan terjadi.

Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan hasil pemodelan dari BMKG dari gempa yang terjadi di Banten tidak menunjukkan adanya potensi tsunami. 

Dia menegaskan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan oblique turun (normal oblique)," kata Daryono.

Karena itu, BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

”Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," ujar Daryono dalam rilis BMKG, Minggu sore (9/10/2022). (tim redaksi)

#gempa
#kecamatansumur
#kabupatenlebak
#banten
#tidakberpotensitsunami
#bmkg

Tidak ada komentar