Breaking News

Ancaman Teror Penyintas Tragedi Kanjuruhan, LPSK Bakal Berikan Perlindungan

Seorang pendukung Aremania berdoa di depan salah satu pintu Stadion Kanjuruhan yang dipenuhi bunga. Foto: net

WELFARE.id-Potensi ancaman teror yang menghantui para suporter Aremania yang berhasil selamat dari tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022) lalu, yang disuarakan Kepala Kantor YLBHI LBH Pos Malang, Daniel Alexander Siagian mendapatkan respons.

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) membuka pintu lebar-lebar bagi siapa saja yang menjadi saksi dan korban atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang atau memiliki bukti rekaman video untuk mendapatkan perlindungan.

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu mengatakan pihaknya sudah mengirim tim untuk menjalankan fungsi perlindungan korban dan saksi tragedi Kanjuruhan sejak Minggu (2/10/2022). Hanya saja, LPSK belum merinci hasil temuan sementara yang telah didapatkan.

"Jadi LPSK siap menerima permohonan siapapun baik saksi maupun korban tragedi Kanjuruhan ini," terang Edwin kepada wartawan dikutif Kamis (6/10/2022).
Edwin juga mengimbau agar semua Aremania tak perlu takut untuk memberikan kesaksian terkait kejadian yang mereka alami. 

Sebab ia meyakini kesaksian dari Aremania penting demi menjelaskan duduk perkara kasus yang menewaskan 131 orang dan melukai 400 orang tersebut.

"Sebaiknya para Aremania berani jadi saksi agar mengungkap terang benderang kasus ini," cetus Edwin juga. Atas dasar itulah, Edwin menjamin LPSK bakal memberikan perlindungan kepada siapapun yang merasa menjadi saksi dan korban dalam tragedi yang mendapatkan sorotan penggemar sepakbola di seluruh dunia tersebut.

Saksi atau korban peristiwa Kanjuruhan nantinya, katanya Erwin lagi, bisa mengajukan permohonan perlindungan ke nomor WA (WhatsApp) atau permohonan perlindungan via aplikasi daring.

"Semua yang menjadi korban atau mau menjadi saksi peristiwa Kanjuruhan (bisa dilindungi LPSK), termasuk yang mengalami tekanan atau intimidasi," tandas Edwin juga.

Untuk diketahui, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan, mulai bekerja usai menggelar rapat pertama di kantor Kemenkopolhukam, Selasa malam (4/10/2022).

Ketua tim TGIPF, Menkopolhukam Mahfud MD memastikan akan menyampaikan hasil penyelidikan tim gabungan pencari fakta tragedi Stadion Kanjuruhan dalam waktu tiga minggu kepada Presiden Jokowi.

Selain itu, Mahfud juga menyatakan pelaksanaan pertandingan sepakbola Liga 1 atau liga kasta tertinggi di Tanah Air untuk sementara dihentikan atau dimoratorium hingga penyelidikan tragedi Kanjuruhan selesai dilakukan. (tim redaksi)

#tragedi
#stadionkanjuruhan
#malang
#jawatimur
#teror
#penyintaskajuruhan
#ylbhilbhposmalang
#lpsk

Tidak ada komentar