Breaking News

Aman dan Nyaman Menggunakan Jasa Transportasi “Online” Selalu Ingat 5 S

Ilustrasi (net) 


WELFARE.id- Di era digital sekarang ini, layanan jasa sudah banyak menggunakan teknologi digital yang terhubung dalam jaringan, termasuk di sektor transportasi. Salah satu alasan banyaknya pengguna jasa transportasi online adalah harganya lebih murah ketimbang transportasi konvensional. 

Namun, tak jarang begitu banyak hal yang kurang memuaskan dalam pemberian layanan. Agar aman dan nyaman menggunakan jasa transportasi online, penumpang mesti memastikan beberapa hal. 

News Presenter and News Producer Indosiar Utrich Farzah Dazak Djalle menyampaikan, data pengguna transportasi online terbesar adalah jenis kendaraan pribadi, yakni 41,4 persen lalu diikuti oleh ojek online yang sebesar 28,4 persen. Di posisi ketiga ada taksi online yang sebesar 5,6 persen. Sisanya datang dari transportasi umum, kendaraan dina, ojek pangkalan, maupun taksi reguler. 

Ia menerangkan, dalam menggunakan layanan transportasi online, pastikan bahwa pengemudi memiliki lisensi, kendaraan layak pakai, mengenakan seragam perusahaan, dan melayani sesuai SOP perusahaan. Pastikan bahwa penjemputan sesuai titik lokasi dan tepat waktu. Apabila sejumlah hal tersebut tidak bisa diberikan pelayanannya, penumpang jangan ragu memberi teguran. 

"Teguran bisa disampaikan secara langsung dengan sopan atau memberikan ulasan lewat aplikasi,” ujar Utrich dalam webinar bertajuk Etika Menggunakan Layanan Transportasi Online” belum lama ini. 

Dalam beberapa pengalaman penumpang, menurut Ahmad Dailami selaku pegiat literasi digital, terdapat sejumlah layanan yang kurang memuaskan pelanggan atau pengguna jasa transportasi online. Dari segi penyedia jasa (operator), kerap terjadi layanan sistem down. Hal lain adalah tidak sesuainya lokasi penjemputan lantaran aplikasi mengalami gangguan atau error. 

“Sementara dari sisi pengemudi, antara lain pengemudi kurang komunikatif, ugal-ugalan dalam mengemudikan kendaraan, atau kendaraan kurang layak pakai sehingga membahayakan keselamatan penumpang,” katanya. 

Apabila terlanjur mendapatkan pelayanan transportasi online yang buruk, imbuh Ahmad, hendaknya menegur langsung selama masih di perjalanan jika terjadi sesuatu yang di luar batas, seperti ugal-ugalan atau potensi pelecehan seksual. Apabila teguran masih tidak diindahkan, sebaiknya melapor ke pihak aplikator atau ke pihak berwajib. Terakhir adalah memberikan penilaian sesuai dengan keluhan pengguna. 

Sementara itu, kendati begitu beragam pengalaman pengguna transportasi online, menurut Dosen Program Studi Informatika UMIMA, Quido C Kainde, layanan transportasi jenis ini masih menjadi favorit banyak orang. Penyebabnya adalah biaya transportasi online lebih murah ketimbang transportasi konvensional. Bahkan, dari sebuah survei, sebanyak 91,4 persen orang pernah atau sering menggunakan layanan transportasi online. 

“Dengan begitu banyak drama atau kisah dalam penggunaan jasa transportasi online, sebaiknya mari masing-masing pihak membudayakan 5S, yaitu senyum, sapa, salam, sopan, dan santun,” kata Kainde. (tim redaksi) 


#jasa #transportasionline #ojol #tipsamannaikojol #5s

Tidak ada komentar