Breaking News

1.500 Kasus Gigitan Anjing Selama 2022 di Kalbar

Ilustrasi rabies. Foto: net

WELFARE.id-Kasus gigitan anjing sangat tinggi di Kalimantan Barat (Kalbar). Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) setempat mencatat sebanyak 1.500 kasus gigitan anjing di wilayah Provinsi Kalimantan Barat sejak Januari hingga September 2022.

Binatang tersebut merupakan penular utama virus rabies. "Dari sebanyak 1.500 kasus gigitan anjing tersebut, delapan orang meninggal dunia disebabkan oleh penyakit rabies," kata Ketua PDHI Kalimantan Barat drh Muhammad Mike Arianto, Minggu (9/10/2022).

Drh Muhammad menjelaskan bahwa PDHI bersama Dinas Kesehatan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota rutin mendata kasus gigitan hewan penular rabies. Ketika masyarakat tergigit anjing, yang pertama didatangi adalah fasilitas kesehatan sehingga penanganannya lebih cepat dan kasusnya selalu tercatat.

Menurut dia, PDHI juga bekerja sama dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat untuk mencegah penularan virus rabies dengan melakukan vaksinasi rabies pada binatang-binatang peliharaan. Pelayanan vaksinasi rabies dilakukan di Sintang, Pontianak, Kubu Raya, Sanggau, dan Mempawah.

Selain itu, PDHI Kalimantan Barat menyelenggarakan penyuluhan mengenai pencegahan penularan virus rabies serta vaksinasi hewan peliharaan pada peringatan Hari Rabies Sedunia 2022 pada 28 September. 

Sementara itu, pakar kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan infeksi rabies menyebabkan puluhan ribu kematian di dunia setiap tahunnya, utamanya di Asia dan Afrika.

Untuk Indonesia, data menunjukkan bahwa setidaknya 26 Provinsi di Indonesia ada dalam situasi endemis rabies. Sebanyak delapan provinsi lainnya sudah bebas rabies.

"Bali adalah salah satu provinsi dengan kasus dan kematian tertinggi akibat rabies, termasuk pada tahun 2022 ini," ungkap Prof Tjandra melalui pesan singkat, Rabu (28/9/2022) lalu.

Rabies disebabkan oleh virus rabies dari family Rhabdoviridae yang menyerang susunan saraf pusat pada manusia dan hewan. 

Virus rabies ditularkan melalui air liur hewan penderita rabies pada gigitan HPR (hewan penular rabies) atau luka terbuka. Penularan rabies pada manusia utamanya melalui gigitan anjing (98 persen) atau bahkan sampai 99 persen.

Binatang lain seperti kucing dan kera sekitar dua persen. Rabies dapat dicegah dengan penanganan kasus gigitan hewan penular rabies sedini mungkin. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa pemutusan penularan dapat dilakukan dengan vaksinasi pada anjing dan juga mencegah terjadinya gigitan anjing.

Rabies punya dua aspek. pPertama ini adalah penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, dan ke dua bahwa rabies adalah salah satu penyakit tropik terabaikan. (tim redaksi)

#kesehatan
#rabies
#gigitananjing
#kalimantanbarat
#kalbar
#kesehatanhewan
#penyakittropik

Tidak ada komentar