Breaking News

Viral, Anak 10 Tahun Diduga Diperkosa Kepala Sekolah dan Tukang Sapu di Medan

Ilustrasi (net) 

WELFARE.id-Beberapa hari ini, video seorang ibu dari Kota Medan curhat kepada pengacara kondang Hotman Paris, viral di media sosial. Ibu itu bercerita bahwa anak perempuannya diduga diperkosa secara bergiliran oleh kepala sekolah, pimpinan administrasi, hingga tukang sapu. 

Wanita tersebut menemui Hotman di Kopi Joni, Jakarta. Dia menceritakan kejadian itu berawal ketika anaknya yang berusia 10 tahun diberi serbuk putih oleh tukang sapu. Serbuk itu diduga sebagai obat bius. Anak itu kemudian dibawa ke sebuah gudang. 

Mulutnya dilakban kakinya diikat, lalu dibawa ke gudang. Saat itu tukang sapunya berhenti di pintu gudang," ujarnya bercerita dalam video yang diunggah di akun Instagram @hotmanparisofficial dikutip Minggu (11/9/2022). 

Dia menceritakan, korban kemudian diletakkan di atas meja dalam gudang. Saat itulah kepala sekolah dan pimpinan administrasi sekolah masuk ke gudang. Di sana korban diduga diperkosa secara bergiliran. "Anak saya tadi diletakkan di atas meja di dalam gudang. Lalu pimpinan sekolah masuk ke gudang. Dan terjadilah pelecehan itu. Dia diperkosa berganti ganti," katanya. 

Tak hanya diperkosa oleh kepala sekolah, ibu itu mengaku anaknya juga diperkosa oleh tukang sapu di dalam gudang itu. Dia mengatakan kasus itu sudah dilaporkan ke Polrestabes Medan pada September 2021. "Tapi penanganannya belum tuntas. Saat ini proses hukumnya telah ditangani Polda Sumut. Belum ada penetapan tersangka," ungkapnya. 

Dalam video itu, Hotman Paris meminta Polda Sumut segera mengusut kasus ini. "Bapak Kapolda Sumut tolong kasus ini mendapat perhatian. Kasus ini telah dilaporkan ke Polrestabes Medan pada 2021. Kasusnya (kini) sudah dilimpahkan ke Polda," ucap Hotman. 

Terpisah, Polda Sumut mengaku masih terus mendalami kasus yang terjadi di Sekolah Dasar Methodist 1 Medan. Polisi mengatakan, berdasarkan hasil visum yang dilakukan ada ditemukan bekas luka robek di organ intim bocah perempuan 10 tahun tersebut. 

Meski demikian polisi masih terus menyelidiki apakah itu baru terjadi atau bekas rudapaksa sebelumnya yang dilakukan ayahnya. "Kalau visum ada dugaan luka robek di selaput darah. Tetapi ingat, kembali lagi ke kasus yang sebelumnya,"kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi. 

Hadi menyebut siswi SD itu pernah mengalami pencabulan oleh ayah kandungnya sekitar awal tahun 2021 lalu. Saat itu yang melaporkan ialah ibu kandungnya, IM ke polisi. 

Polisi pun telah mengungkap kasus sebelumnya dan saat ini masih berproses di Pengadilan. Saat ini ayah bocah tersebut sudah divonis 15 tahun penjara. "Laporan itu diterima dan diproses di awal tahun 2021 itu sudah diproses kemudian juga sudah vonis dimana tersangka adalah bapak dari anak itu dan pelapor adalah ibunya," ucapnya. 

Polda Sumut mengatakan dalam kasus ini yang dilaporkan berjumlah empat orang pihak sekolah. Meski demikian polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. "Penyidik masih melakukan penyidikan,"tutupnya. (tim redaksi

#rudapaksa
#pemerkosaandisekolah
#pemerkosaandimedan
#pemerkosaankepalasekolahdimedan
#medan
#siswisddiperkosakepalasekolah

Tidak ada komentar