Breaking News

Usia 40 Tahun Sudah Loyo, Mungkin Kamu Bikin 4 Kesalahan Ini

Tubuh bugar. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Banyak mitos yang mengatakan, usia 40 tahun itu tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda "kerentaan". Bahkan, ada juga yang menyebut, usia 40 tahun biasanya mulai muncul aneka penyakit.

Tapi, banyak juga yang menyebut "life's begin at 40". Istilah itu menunjukkan optimistis bahwa gerbang kesuksesan justru bisa diraih pada usia 40 tahun ke atas.

Untuk mencapai kesuksesan, kamu harus memiliki kondisi tubuh prima. Pegiat kesehatan juga mantan atlet binaragawan Ade Rai membocorkan kesalahan yang sering membuat tubuh jadi lebih renta sejak usia 40 tahun ke atas.

"Padahal sebetulnya kita harus mengubah hal tersebut. Perilaku kita, gaya hidup, justru harus membuat kita jadi lebih sehat meski usia semakin meningkat," kata Ade Rai, dikutip dari kanal YouTube Dunia Ade Rai, Senin (26/9/2022).

Berikut empat kebiasaan buruk tersebut yang bisa membuat tubuh lebih cepat menua:

1. Kebanyakan atau kekurangan makan

Entah itu terlalu banyak atau terlalu sedikit makan sama-sama bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Apabila terlalu banyak makan bisa menyebabkan lyto toxicity atau atau keracunan. 

Sedangkan kurang makan menyebabkan defisiensi atau tidak cukup nutrisi. Menurut Ade Rai, hampir rata-rata orang yang kebanyakan makan sebenarnya kelebihan konsumsi karbohidrat, terutama karbo olahan. 

Selain itu, konsumsi karbohidrat kerap dikombinasi dengan lemak olahan. Seperti, mie goreng, nasi goreng, mie ayam, mie instan, kue kering, kue basah, roti, juga keripik, kerupuk, dan camilan lainnya.

Tantangan dari karbohidrat, lanjut Ade Rai, setiap kali dikonsumsi akan menyebabkan fluktuasi gula darah. Akibatnya, tubuh selalu tidak mengenal rasa kenyang.

"Jadi tantangannya bukan jumlah kalori, tapi instruksi tubuh. Misalnya, 100 kalori dari telur atau 100 kalori dari donat otomatis instruksinya berbeda. Di mana bila kita makan donat pada saat itu kita pasti ingin makan lagi," paparnya.

2. Kekurangan protein dan salah lemak 

Kebanyakan sumber protein sebenarnya sudah mengandung lemak alami yang sehat. Namun, sumber protein kerap diolah secara salah, sehingga sumber lemak juga jadi buruk. 

Misalnya, protein digoreng menggunakan margarin atau minyak jagung. Hal itu bisa menimbulkan transfat.

Konsumsi protein sebenarnya bisa merangsang kemunculan hormon kenyang. Sehingga, ketika konsumsi protein akan kenyang lebih lama. 

Berbeda apabila konsumsi karbohidrat yang justru mengakibatkan fluktuasi gula darah. Ia menyarankan, agar konsumsi protein harus diprioritaskan.

3. Kurang latihan beban

Setiap jenis olahraga pada dasarnya baik untuk kesehatan. Hanya saja, ia menjelaskan bahwa setiap tingkat kesulitan gerak olahraga menghasilkan pembentukan otot yang berbeda.

Apabila saat latihan membuat beban semakin berat, otomatis stres yang diterima oleh otot juga jadi lebih tinggi. Latihan beban disarankan untuk lebih sering dilakukan, karena gerak kardio sebenarnya secara tidak langsung sering dilakukan saat aktivitas sehari-hari.

"Kardio boleh dilakukan, tapi uniknya kardio itu selalu terpapar di mana-mana. Masuk ke mall kita jalan, kadang di kantor kita naik turun, orang yang sudah tua sering main sama anak-anaknya, kadang di airport pun harus kardio. Tapi kapan melakukan latihan beban, hampir jarang.  Maka prioritas ke latihan beban," sarannya.

4. Kurang bergerak

Gerakan pada dasarnya untuk melatih otot jantung agar lebih kuat saat memompa darah. Pria asal Bali itu menyarankan untuk lebih sering olahraga latihan beban daripada kardio. 

Tujuannya untuk menguatkan otot. Sebab, bila otot kuat otomatis tulang akan lebih kuat. 

Hal itu membuat gerak jadi normal, sehingga metabolisme menjadi baik dan pembakaran lemak lebih optimal. Apabila massa otot menurun pada saat itu permasalahan osteokimia, permasalahan pada tulang, bisa terjadi. (tim redaksi)

#tipstubuhprima
#usia40tahun
#tipsdariaderai
#perkuatotot
#pembentukanmassaotot
#lebihbanyakbergerak
#kekuranganprotein
#permasalahantulang

Tidak ada komentar