Breaking News

Terkait Kasus Penganiayaan M Kece, Irjen Napoleon Divonis 5 Bulan 15 Hari

Irjen Napoleon Bonaparte dan M Kece 

WELFARE.id-Kasus penganiayaan oleh Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kosman alias M Kece penista agama masuk dalam putusan. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memvonis penjara Napoleon 5 bulan 15 hari. 

Napoleon terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan penganiayaan terhadap M Kece di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri pada Agustus 2021 lalu. 

"Mengadili, menyatakan terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan dan penganiayaan secara bersama-sama," ujar hakim ketua Djuyamto dikutip Jumat (16/9/2022). 

“Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte dengan pidana penjara selama 5 bulan dan 15 hari,” lanjutnya. 

Adapun putusan ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat yaitu satu tahun penjara. 

Dalam pertimbangannya, Hakim menilai, Napoleon bersalah melakukan penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan M Kece terluka. 

Napoleon disebut hakim telah melakukan penganiayaan bersama empat tahanan lain yakni Dedy Wahyudi, Djafar Hamzah, Himawan Prasetyo, dan Harmeniko pada 27 Agustus 2021. “Perbuatan terdakwa telah menyebabkan saksi M Kece luka-luka,” katanya. 

Napoleon juga terbukti telah melumuri kotoran manusia yang diakui sebagai miliknya sendiri ke wajah M Kece. Atas perbuatan itu, mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri itu terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 351 Ayat 1 juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP. 

Pada sidang sebelumnya, Irjen Napoleon mengakui perlakuannya terhadap M Kece dengan melumuri kotoran manusia salah. 

Hal itu disampaikan Napoleon di hadapan majelis hakim dalam persidangan dengan agenda pemeriksannya sebagai terdakwa dalam persidangan yang digelar Kamis (28/7/2022). "Iya bersalah," kata Napoleon. 

Kendati demikian, pengakuan rasa bersalah itu disampaikan Napoleon itu dalam konteks perbuatan yang telah dilakukan. Ia menilai, Kece telah secara terang-terangan menistakan agama melalui konten video yang pernah dibuat. "Sebagai manusia saya menyadari bahwa itu sebenarnya tidak perlu saya lakukan. Tetapi saya lakukan juga, saya sudah sebutkan segala alasannya," tukasnya. (tim redaksi) 

#irjennapoleonbonaparte
#napoleonbonapartevsmkece
#napoleondivonisbersalah
#kasuspenganiayaan
#pnjaksel

Tidak ada komentar