Breaking News

Sudah Isoman 14 Hari Menkes Budi Masih Positif Covid, Begini Penjelasan Ahli Paru

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto: Istimewa/ Net

WELFARE.id-Lama tak terlihat dalam jumpa media, rupanya Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin sedang melakukan isoman. Ya, dirinya terkonfirmasi positif COVID-19 dan telah melakukan isolasi mandiri 14 hari.

Tapi anehnya, meski sudah isoman, dirinya masih positif COVID-19. Menkes Budi pertama kali dinyatakan positif COVID-19 melalui hasil tes PCR pada Senin (29/8/2022) lalu.

"Mohon maaf saya tidak bisa hadir karena ternyata virusnya nggak mau pergi, walaupun sudah 14 hari," beber Menkes Budi saat sambutan dalam acara Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN), dikutip Senin (12/9/2022). 

Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril, saat ini kondisi terbaru Menkes Budi sudah sehat dan sudah menjalankan pekerjaannya secara daring.

"Oh udah sehat, sudah masuk (kerja). Dia ngantornya masih di rumah ya. Karena dia tidak ingin menularkan," ujar Syahril kepada wartawan, dikutip Kamis (15/9/2022).

Ia menambahkan, kondisi Menkes Budi sudah tidak berpotensi menularkan virus COVID-19 karena telah melakukan isolasi mandiri 5-10 hari. Ia menambahkan, asal tidak bergejala, seharusnya tidak memerlukan tes COVID-19 lagi setelah isolasi mandiri.

"Nah beliau ini kan kalau dalam aturan, pedomannya kita yang Omicron ini begitu yang positif lima hari itu nggak udah diperiksa lagi. Asal dia nggak bergejala. Yang jadi masalah itu kalau dia periksa lagi, hasil positif lagi, padahal itu bekas," ungkap Syahril.

"Makanya kemarin itu dia (Menkes Budi) ngecek nambah lagi (hasil positif)," tambahnya. Syahril menyatakan kemungkinan kondisi terbaru Menkes Budi sudah negatif. 

Namun, ia menyarankan agar Menkes Budi tetap beristirahat. "Harusnya sudah negatif. Cuma dia harus istirahat dulu," imbuhnya.

Sementara itu, Spesialis Paru RS Persahabatan dan Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan, SpP(K) mengatakan, virus SARS-CoV-2 setelah 10 hari-14 hari sudah tidak infectious atau menular, tidak aktif lagi. Dia menyebut, jika hasil tes menghasilkan positif ini karena DNA virus yang terdeteksi. 

Alat deteksi bekerja mengenali DNA virus tanpa mengetahui apakah virus aktif atau tidak. "Kita tahu dari penelitian terpisah setelah 10-11 hari seterusnya, isolat yang ditemukan inactivated," jelasnya.

Kebingungan lain adalah terkait CT Value. Banyak anggapan jika sudah mencapai suatu angka maka sudah tidak akan menularkannya lagi.

Maka itu, dia menyarankan kepada masyarakat agar tidak perlu lagi mempermasalahkan terkait CT Value. Sebab tidak menunjukkan penularan yang sebenarnya.

"Sisa DNA virus banyak sekali maka juga akan menyebabkan rendahnya CT Value," ulasnya. Jadi, dirinya mengingatkan, untuk tidak lagi menjadikan CT Value sebagai patokan. 

Namun durasi sejak gejala yang dikeluhkan terasa. "CT Value sudah tidak patokan, jadi patokan lama atau durasi gejala kemudian juga klinis dan keluhannya bagaimana," tuntasnya. (tim redaksi)

#menkesbudipositifcovid
#isolasimandiri
#isoman
#dokterspesialisparu
#tespcr
#dnavirus
#covid19

Tidak ada komentar