Breaking News

SK Belum Diteken Al Muktabar, Tarif Angkutan Umum di Banten Belum Naik

Pj Gubernur Banten Al Muktabar. Foto: Net

WELFARE.id-Hingga kini, kenaikan tarif angkutan umum antar kota di Provinsi Banten belum juga disahkan. Pasalnya, Pj Gubernur Banten Al Muktabar belum menandatangani Surat Keputusan (SK) kenaikan tarif angkutan umum tersebut.

Saat dikonfirmasi terkait SK itu belum ditandatangani, Al Muktabar mengaku akan melihat dan memformulasikan sejumlah hal 
terlebih dahulu.

"Nanti kita lihat, ada beberapa yang harus diformulasikan dan disesuaikan," ujarnya Kamis (15/9/2022).

Menurutnya juga, alasan SK itu belum juga ditandatangani, lantaran saat ini pihaknya masih memformulasikan kebijakan tersebut.
"Ada pak Kadishub yang sedang memformulasikan untuk lebih konferensif lagi," ucapnya juga.

Untuk diketahui sebelumnya, Dishub Provinsi Banten bersama Dishub kabupaten dan kota, organisasi angkutan darat (Organda), Dirlantas Polda Banten serta pengusaha angkutan umum di Banten menggelar pertemua menyikapi kenaikan tarif angkutan menyikapi kenaikan harga BBM.

Dalam pertemuan itu telah disepakati untuk menaikan tarif angkutan umum antar kota sebesar 20 persen.
Kebijakan itu akan mulai berlangsung setelah SK ditandatangani oleh Pj Gubernur Banten.

Namun hingga saat ini, SK tersebut belum juga ditandatangani oleh Pj Gubernur Banten Al Muktabar.

"Terkait tarif, SK-nya belum selesai masih proses, intinya sudah kita proses," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Nurtopo saat di KP3B Kota Serang, Senin (12/9/2022) lalu.

"Karena secara prinsif harus dilaporkan dulu ke pak gubernur, terkait SK-nya. Karena belum selesai jadi belum berani, masih di biro hukum," cetusnya juga.

Berdasarkan kesepakatan bersama, kata Tri, diputuskan bahwa harga angkutan umum antar kota di dalam Provinsi Banten naik sekitar 20 persen. Meski masih menunggu SK dari gubernur, tapi tidak menutup kemungkinan beberapa supir sudah mulai memberlakukan kenaikan tarif tersebut.

"Kita bermain hati, BBM sudah naik. Saya ngga berani bilang ngga, ngga berani bilang iya. Karena kan kita sudah melihat hampir semuanya naik 30 persen biaya operasional dan lainnya," ungkap Tri juga. (tim redaksi)


#provinsibanten
#tarifangkutanumum
#dishubbanten
#organdabanten
#ditlantaspoldabanten
#pjgubernurbanten
#almuktabar

Tidak ada komentar