Breaking News

Sambo Resmi Dipecat dari Polri usai Banding Ditolak KKEP, Kamarudin: Sangat Pantas!

Irjen Pol Ferdy Sambo saat menghadiri sidang kode etik Polri, Kamis (25/8/2022). Foto: Istimewa 

WELFARE.id-Habis sudah karir Irjen Pol Ferdy Sambo. Mantan Kadiv Propam Mabes Polri ini, resmi dipecat Senin (19/9/2022). Komisi Kode Etik Polri (KKEP) banding menolak upaya banding dari terduga tersangka pembunuh ajudannya tersebut. 

KKEP banding menyatakan tetap memecat mantan Kepala Divisi (Kadiv) Propam Polri itu dari keanggotaannya di kepolisian lantaran melakukan pelanggaran etik berat yakni pembunuhan dan obstruction of justice  kematian ajudannya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. 

Sidang KKEP banding digelar pada Senin (19/9/2022), dipimpin Kepala Irwasum Polri, Komjen Agung Budi Maryoto. ”Memutuskan, menolak permohonan banding pemohon (Irjen Sambo). Menguatkan putusan sidang KKEP sebelumnya,” kata Agung saat membacakan hasil sidang KKEP banding Irjen Sambo, di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/9/2022). 

Bagaimana kata keluarga mendiang Brigadir J? Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan pembunuhan berencana yang dilakukan Sambo, membuatnya pantas mendapatkan hukum pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dari Polri.

”Keputusan pemecatan itu sudah sangat bagus. Karena seharusnya polisi itu melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Bukan membunuh. Apalagi ini ajudannya sendiri, bawahannya sendiri yang dibunuhnya. Sangat pantas dihukum berat,” ujar Kamaruddin, Senin (19/9/2022). 

Kamaruddin juga menambahkan, pemecatan itu memang sudah keharusan. Melihat, kata Kamaruddin, Sambo sebagai perwira tinggi Polri yang menjabat Kadiv Propam Polri. 

Sebagai perwira tinggi Polri, kata Kamaruddin, perbuatan Sambo telah mencoreng nama baik institusi Polri. Apalagi kata Kamaruddin, kasus pembunuhan tersebut, turut serta melibatkan anggota kepolisian lain atas perintahnya. 

“Dan dia (Sambo) itu bukan kesatria. Bukan jenderal, karena atas perintahnya, anak buahnya ikut melakukan pembunuhan, dan ikut obstruction of justice. Itu semua dia korbankan,” cetus Kamaruddin juga.

Semakin pantas Sambo dipecat, kata Kamaruddin karena jabatannya sebagai Kadiv Propam. Jabatan tersebut, menurut Kamaruddin, punya tanggung jawab untuk memberikan etos dan tanggungjawab disiplin terhadap seluruh anggota Polri. 

Akan tetapi, kata Kamaruddin, Sambo memanfaatkan jabatannya itu untuk melakukan perbuatan keji, dan tercela yakni melakukan pembunuhan terhadap ajudannya sendiri. 

”Sambo sudah merusak tatatan, dan norma-norma hukum sebagai Kadiv Propam yang menjadi garda terdepan dalam disiplin anggota Polri,” cetus Kamaruddin juga.

Akan tetapi, katanya juga, sanksi pemecatan tersebut hukuman yang belum setimpal atas pembunuhan Brigadir J. Menurut dia, hukuman pemecatan tersebut, baru sebatas sanksi internal atas perbuatan yang sudah terbukti melanggar etik. 

Sementara dalam kasus, keluarga Brigadir J berharap akan ada hukuman, dan pemidanaan yang lebih setimpal. ”Kita minta, agar untuk kasus pidananya, juga akan ada hukuman yang benar-benar adil dari pengadilan,” cetus Kamaruddin juga.
 
Untuk diketahui, Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J dan dijerat dengan sangkaan Pasal 340 KUH Pidana, subsider Pasal 338 KUH Pidana, juncto Pasal 55, dan Pasal 56 KUH Pidana. 

Dari penyidikan Tim Gabungan Khusus, dan Bareskrim Polri,  Sambo dituduh melakukan pembunuhan berencana bersama dua ajudan lainnya, yakni Bharada Richard Eliezer (RE), Bharada Ricky Rizal (RR), dan seorang pembantunya Kuwat Maruf (KM), termasuk isterinya Putri Candrawathi Sambo (PC).

Kelima tersangka itu terancam hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau selama-lamanya 20 tahun penjara. Selain PC empat tersangka lain dalam kasus tersebut sudah berada dalam tahanan terpisah di sel Mako Brimob, dan Rutan Bareskrim Polri sejak Juli-Agustus 2022. 

Kasus pembunuhan berencana itu akan segera disidangkan lantaran berkas penyidikan kasus yang ditangani Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri sudah berada di Kejaksaan Agung (Kejagung). (tim redaksi)


#mabespolri
#pemecatan
#pdth
#irjenpolferdysambo
#keluargakorban
#brigadirjoshua
#kamarudinsimanjuntak

Tidak ada komentar