Breaking News

Sambo Jadi Tersangka Lagi, Bersama 6 Anggota Polri Lain Terkait Dugaan Obstruction of Justice dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Ferdy Sambo saat rekonstruksi. Foto: Istimewa/ Viva/ M Ali Wafa

WELFARE.id-Ferdy Sambo kembali jadi tersangka. Kali ini, Direktorat Tindak Pidana Siber menetapkan Sambo sebagai tersangka dugaan Obstruction of Justice atau tindak pidana menghalangi penyidikan dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J di tempat kejadian perkara di rumahnya, di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan. 

Status tersangka Sambo di kasus obstruction of justice sebelumnya sempat simpang siur. "Sudah ditetapkan sebagai tersangka seperti yang disampaikan Pak Irwasum (Polri) di Komnas HAM tadi, sudah termasuk FS ditetapkan tersangka," kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo kepada wartawan, dikutip Jumat (2/9/2022).

Sehingga sampai saat itu, katanya, secara total ada tujuh polisi yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus obstruction of justice. "Ada tambahan terakhir malam ini info dari Direktorat Siber sudah jadi tujuh tersangka," kata Dedi.

Sebelumnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menetapkan enam anggota polisi sebagai tersangka terkait obstruction of justice atau menghalangi penyidikan kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

"Betul, Direktorat Siber Bareskrim Polri telah menetapkan enam anggota Polri sebagai tersangka (BJP HK, KBP ANP, AKBP AR, KP CP, KP BW, dan AKP IW),” kata Dedi, Kamis (1/9/2022).

Keenam anggota yang ditetapkan tersangka itu yakni Brigjen Hendra Kurniawan selaku mantan Karopaminal Divisi Propam Polri, dan Kombes Agus Nurpatria selaku Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri, dan AKBP Arif Rahman Arifin selaku Wakadaen B Biropaminal Divisi Propam Polri. Kemudian, Kompol Baiquni Wibowo selaku PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, Kompol Cuk Putranto selaku PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, dan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri.

Dedi belum bicara banyak terkait pasal yang menjerat enam tersangka itu. Menurut dia, hal itu akan diinformasikan secara lebih lanjut.

“Nanti di-update lagi, menunggu info penyidik,” urainya. Ia juga memastikan, saat ini keenam tersangka sudah diproses di tahap penyidikan.

Proses penyidikan, lanjutnya, juga akan beriringan dengan proses sidang kode etik. "Ya sudah masuk ranah sidik dan secara pararel untuk sidang KKEP juga jalan,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Brigjen (Pol) Asep Edi Suheri sempat mengatakan ancaman pidana yang dapat ditersangkakan kepada personel yang terbukti menghalangi penyidikan atau obstruction of justice cukup tinggi. Mereka bisa dikenakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 32 dan 33.

"Pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 32 dan Pasal 33 UU ITE, ini ancamannya lumayan tinggi, dan juga Pasal 221, 223 KUHP, dan 55 Pasal 56 KUHP,” ujar Asep dalam konferensi pers di Mabes Polri, sebelumnya. (tim redaksi)

#ferdysambotersangkaobstructionofjustice
#direktorattindakpidanasiber
#ancamanpasaluuite
#tujuhtersangka
#bareskrimpolri
#kasuspembunuhanbrigadirj
#brigadirnofriansyahyosuahutabarat
#ferdysambo

Tidak ada komentar