Breaking News

Respons Rencana Nadiem Soal Penghapusan Mapel di Seleksi PTN, DPR: Jangan Sampai Turunkan Standar Masuk Negeri

Mendikbudristek Nadiem Makarim. Foto: Istimewa/ Dok.Kemdikbudristek

WELFARE.id-Wacana penghapusan tes mata pelajaran (mapel) yang dihembuskan Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim tuai pro kontra. 

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, kebijakan penghapusan tes mapel dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN)  jangan malah menurunkan standar masuk kampus plat merah itu.

Ia juga berharap, kebijakan tersebut tidak malah melahirkan permainan nilai. "Jangan sampai transformasi seleksi PTN ini malah menurunkan standar masuk PTN dan memunculkan potensi permainan nilai dari pihak sekolah untuk mendongkrak nilai rapor," kata Hetifah dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (10/9/2022).

Selain itu, dia mengingatkan efek domino dari transformasi kebijakan masuk PTN yang dilakukan Nadiem. Dia memandang kebijakan penghapusan tes mapel dalam seleksi masuk PTN yang dilakukan Nadiem bisa berpihak kepada semua kalangan, bukan hanya pelajar.

Menurutnya, pemerintah harus memikirkan dampak lanjutan dan peraturan-peraturan turunan bukan hanya untuk SMA atau SMK saja. Tetapi juga kepada perguruan tinggi dan lembaga penyelenggara tes masuk perguruan tinggi.

Dia mengatakan, sudah selayaknya seleksi masuk PTN dibuat inklusif, holistik, dan transparan dengan mengedepankan kemudahan dan penalaran berpikir peserta didik. "Ini dibuktikan dengan penyederhanaan tes SBMPTN dan kewajiban transparansi perguruan tinggi untuk seleksi jalur mandiri," paparnya.

Selain itu, dia menilai kebijakan Nadiem itu akan berdampak positif bagi peserta didik terutama dari kalangan kurang mampu. "Setidaknya kepercayaan diri peserta didik kurang mampu akan meningkat dan mereka akan mampu bersaing dengan peserta didik lainnya yang berasal dari berbagai latar belakang," ujarnya.

Sebelumnya, Nadiem yakin penghapusan tes mapel dalam seleksi masuk PTN tidak akan menghilangkan minat peserta didik untuk mempelajari mapel IPA atau IPS. Dirinya malah optimistis skema tes masuk PTN itu akan membuat peserta didik lebih bersemangat mempelajari semua mapel sebagai modal mendapatkan nilai tinggi. 

Nilai tersebut akan menjadi salah satu cara masuk lewat jalur prestasi atau yang sebelumnya dikenal sebagai jalur SNMPTN. Ia menjelaskan lewat jalur SNMPTN yang sebelumnya, calon mahasiswa akan dipisahkan berdasarkan jurusan pendidikan, yaitu IPA atau IPS. 

Saat ini, jalur prestasi hanya akan menyeleksi 50 persen nilai rata-rata rapor dan 50 persen sisanya diukur dari komponen minat dan bakat. "Tadi ada beberapa komentar, apakah ini akan membuat pembelajaran di sekolah malah tidak penting untuk belajar fisika dan lainnya. 

Justru kebalikannya, karena sebelumnya itu SNMPTN kan hanya memfokuskan beberapa subjek saja, satu atau dua, sekarang minimal 50 persen," kata Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X di Gedung DPR RI, Kamis (8/9/2022) lalu.

Dirinya berharap, ada arah baru pada seleksi masuk PTN. Salah satunya pada seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk tahun depan.

Dijelaskan, transformasi seleksi masuk PTN itu dengan lima prinsip, yakni:

1. Mendorong pembelajaran yang menyeluruh;
2. Lebih berfokus pada kemampuan penalaran;
3. Lebih inklusif dan lebih mengakomodasi keragaman peserta didik;
4. Lebih transparan;
5. Lebih terintegrasi dengan mencakup bukan hanya program sarjana, tetapi juga D3 dan D4 atau sarjana terapan.

Selain itu, Nadiem juga menjelaskan ada 3 transformasi pada seleksi masuk PTN, yaitu seleksi nasional berdasarkan prestasi, seleksi nasional berdasarkan tes, dan seleksi secara mandiri oleh PTN. Transformasi seleksi masuk PTN yang lebih adil diharapkan mendorong perbaikan iklim pembelajaran di pendidikan menengah, sehingga menghasilkan calon mahasiswa yang semakin kompeten.

Seleksi nasional berdasarkan prestasi. Pemeringkatan berdasarkan:

1. Minimal 50 persen rata-rata nilai rapor seluruh mata pelajaran
2. Maksimal 50 persen komponen penggali minat & bakat:
- Nilai rapor maksimal 2 mata pelajaran pendukung program studi dan/atau prestasi dan/atau portofolio (untuk program studi seni dan olahraga);
- Seleksi nasional berdasarkan tes;
- Tes skolastik (tanpa tes mata pelajaran), yang mengukur:

1. potensi kognitif
2. penalaran matematika
3. literasi dalam bahasa Indonesia
4. literasi dalam bahasa Inggris

Seleksi secara mandiri oleh PTN

1. Regulasi terkait transparansi dan akuntabilitas dijabarkan secara spesifik;
2. Masyarakat didorong untuk ikut mengawasi proses pelaksanaan seleksi mandiri oleh PTN. (tim redaksi)

#tesseleksimasukptn
#perguruantingginegeri
#ptn
#mendikbudristek
#nadiemmakarim
#wacanapenghapusantesmapel

Tidak ada komentar