Breaking News

Permintaan dari Eropa Tinggi, BPS: Harga Batu Bara Diprediksi Membara hingga Akhir Tahun

Penambangan batu bara. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Harga batu bara memang fluktuatif beberapa minggu terakhir. Namun, cenderung mengalami peningkatan.

Berdasarkan data dari Bank Dunia, harga komoditas batu bara terus mengalami peningkatan sejak tahun lalu. Hanya saja pada Agustus 2022 mengalami penurunan 5,35 persen.

Namun, bila dibandingkan dengan tahun lalu harganya masih tetap lebih tinggi. Harga batu bara di Agustus 2022 sebesar USD290 per metrik ton (MT), sedangkan pada Agustus 2021 USD137,9 per MT.

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, harga batu bara masih akan tetap mengalami tren peningkatan hingga akhir tahun. Mengingat kebutuhannya masih akan terus tinggi menjelang musim dingin di beberapa negara.

"Batu bara meningkat seiring kebutuhan-kebutuhan negara-negara terkait dengan musim," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Jumat (16/9/2022). Setianto menilai, tren harga batu bara sangat tergantung dengan kondisi global. 

Akibat perang Rusia dan Ukraina permintaan batu bara mengalami peningkatan. "Kalau suplai terbatas dikarenakan distribusi yang masih terganggu karena adanya konflik Rusia dan Ukraina," imbuhnya.

Ini menyebabkan tingginya permintaan terhadap batu bara, sehingga membuat harganya terus mengalami peningkatan. "Jadi kalau kita lihat secara detail harganya ini terkait suplay dan demand," tuntasnya.

Harga batu bara dunia juga kembali melonjak pada perdagangan Rabu (14/9/2022). Harga batu bara kontrak Oktober di pasar ICE Newcastle ditutup di USD439,2 per ton. 

Harganya menguat 2,46% dibandingkan hari sebelumnya. Menguatnya harga batu bara kemarin memperpanjang tren positif pasir hitam yang sudah menguat sejak Selasa.

Dalam sepekan, harga batu bara sudah menguat 1,04% secara point to point. Dalam sebulan, harga batu bara melonjak 7% sementara dalam setahun melesat 144,9%.

Kembali melonjaknya harga batu bara disebabkan sejumlah faktor mulai dari naiknya harga gas. Kenaikan harga juga ditopang masih tingginya permintaan dari Eropa karena mulai beroperasinya kembali sejumlah pembangkit listrik batu bara.

Harga gas alam EU Dutch TTF (EUR) kemarin tercatat 217,88 euro per megawatt-jam (MWH). Harga tersebut melonjak 19,2% dalam sehari. 

Kenaikan harga gas berimbas langsung ke harga batu bara karena batu bara adalah sumber energi alternatif. Harga gas naik setelah Komisi Eropa berencana mengumpulkan dana hingga USD140 miliar dari pajak perusahaan energi. 

Dana dari pajak tersebut akan dimanfaatkan untuk meringankan beban konsumen. Komisi Eropa juga akan membatas pendapatan produsen listrik yang mendapatkan banyak keuntungan dari kenaikan harga listrik, tetapi tidak menggantungkan hidupnya pada gas, seperti produsen listrik fosil.

"Anggota Uni Eropa sudah berinvestasi miliaran euro untuk membantu rumah tangga yang rentan. Namun, kita tahu itu tidak cukup. Dalam situasi saat ini, adalah hal yang salah jika Anda mendapatkan keuntungan luar biasa dan untung besar dari perang dengan mengatasnamakan konsumen," tutur Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen saat berbicara di Parlemen Eropa.

Harga batu bara juga kembali naik karena sejumlah pembangkit Eropa kini sudah mulai beroperasi atau akan memulai operasi dalam waktu dekat. Jerman sudah menghidupkan kembali pembangkit batu bara Heyden di Petershagen, dekat Hanover dan di Mehrum.

Dilansir dari the Guardian, Inggris juga akan memperpanjang usia pembangkit batu bara Uniper SE. Salah satu unit mereka Ratcliffe-1 seharusnya pensiun pada September 2022 tetapi diperpanjang hingga dua tahun ke depan.

Sementara itu, India berencana untuk menambah pasokan listrik dari pembangkit batu bara mereka sebesar 28 GW hingga 2032. (tim redaksi)

#kenaikanhargabatubara
#hargabatubaramelonjak
#kebutuhanbatubaranegaraeropa
#pembangkittenagalistrik
#pembangkitbatubara
#permintaanbatubaratinggi
#batubara

Tidak ada komentar