Breaking News

Pemprov DKI Gelontorkan Rp4,8 Miliar untuk Subsidi BBM Kapal ke Kepulauan Seribu

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria. Foto: net

WELFARE.id-Guna membantu masyarakat terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelontorkan 
dana Rp4,8 miliar. 

Dana untuk subsidi BBM untuk angkutan kapal laut menuju Kepulauan Seribu. Bantuan subsidi angkutan kapal itu diberikan berbarengan dengan subsidi BBM sebesar Rp62,5 miliar kepada TransJakarta.

"Kapal ke Kepulauan Seribu kami subsidi Rp4,8 miliar. Namanya subsidi BBM," terang Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria di Thamrin 10, Jakarta Pusat, Minggu (11/9/2022).

Dia berharap subsidi BBM itu membantu masyarakat di tengah kenaikan harga BBM bersubsidi. Dengan subsidi tersebut, tarif transportasi umum TransJakarta dan angkutan kapal laut menuju Kepulauan Seribu tidak naik.

"Jadi Insya Allah kami bantu subsidi untuk transportasi agar membantu masyarakat di tengah kenaikan harga BBM," ujar Riza juga. 

Namun angkutan umum perkotaan (angkot) yang belum terintegrasi dengan JakLingko tidak mendapatkan subsidi sehingga tarif angkutan umum ikut menyesuaikan dengan harga BBM. 

Meski begitu, Pemprov DKI masih membahas opsi menambah angkot untuk mendapatkan subsidi yang dialokasikan dari APBD DKI Jakarta.

Berdasarkan data dari Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan, jumlah angkutan umum mikrolet yang belum terintegrasi mencapai sekitar 4.500 unit, dari total sekitar 6.600 unit.

Sedangkan sisanya sekitar 2.100 unit mikrolet sudah terintegrasi dengan JakLingko dengan nama Mikrotrans.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyebutkan, besaran usulan kenaikan tarif angkot reguler sebesar Rp1.000 sehingga menjadi Rp6.000.

"Untuk tarif angkot reguler saya sudah menerima rekomendasi DTKJ yang ditujukan ke Pak Gubernur itu ada usulan kenaikan Rp1.000," terang Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo, Kamis (8/9/2022).

Usulan kenaikan tarif itu disampaikan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) kepada Gubernur DKI melalui Dishub DKI Jakarta.

DTKJ terdiri atas Dinas Perhubungan, pakar transportasi, unsur operator angkutan umum, lembaga swadaya masyarakat bidang transportasi dan unsur kepolisian.

"Mereka sudah melakukan pembahasan, rapat pleno dan itulah yang diusulkan dan keputusan itu akan ditetapkan dengan keputusan gubernur," kata Syafrin. (tim redaksi)


#subsidi
#angkutanumum
#pemprovdkijakarta
#transjakarta
#kapallaut
#kepulauanseribu
#kenaikanbbm

Tidak ada komentar